PRAYA – Kabar kurang baik disampaikan Bupati Lombok Tengah, H Moh. Suhaili FT pada rapat koordinasi dalam rangka antisipasi penyebaran virus korona, tadi malam di Pendopo Bupati.
Bupati menyampaikan, Lombok Tengah akan melakukan penangana serius soal virus korona dengan maksimal. Dengan cara menutup semua akses kedatangan dan menunda kegiatan yang mendatangkan keramaian seperti, acara tablig akbar yang akan mendatangkan Ustad Abdul Somad (UAS) beserta rombongan di Masjid Agung, 28-29 Maret mendatang.
“Semua unsur Forkompinda harus terlibat. Dan tabligh akbar Ustad Abdul Somad pun akan kita tunda, untuk mencegah virus ini. Meskipun kasus di Lombok Tengah tidak ada, namun langkah antisipasi sangat perlu sebelum korban berjatuhan,” terang bupati Suhaili.
Sementara untuk alat pelindung diri (APD) yang minim pemerintah akan mengusahakan. Demikian juga fasilitas silakan diusulkan dan dibuatkan, kita Lombok Tengah ini akan kita buat menjadi tiga zona, yaitu zona Utara, tengah dan selatan.
“Supaya maksimal pelayanan yang akan kita lakukan,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Praya Muzakir Langkir mengeluhkan soal ketersediaan perlengkapan APD. Terutama pelayan kesehatan dan ruang isolasi yang terbatas dan tidak masuknya RSUD Praya dalam 132 Rumah Sakit prioritas penanganan korona.
“Mengenai APD ini memang sangat minim sekali, baik dari pakaian pelindung, masker, dan pembersih tangan masih belum mencukupi karena ketersediaan di pasaran yang sudah sulit bahkan tidak ada,” ungkap Muzakir.
Terkait RSUD Praya tidak masuk dalam rumah sakit penangana korona karena jatah itu dipindahkan ke Bima. Pihaknya tetap menerima pasien dan akan mempersiapkan perlengkapan mengingat SK gubernur sebagai dasar pelaksanaan.(tim)