Kedatangan Firli Disorot, Unram: Batal Datang

F SOMASI NTB

IST/RADAR MANDALIKA Dwi Ari Santo

MATARAM – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Komjen Pol Firli Bahari dijadwalkan akan ke NTB. Firli akan menjadi narasumber kuliah umum dengan tema ‘Menjadi Profesional Berintegritas’ di gedung kampus universitas mataram (Unram). Kedatangan Firli bukan diapresiasi malah disorot banyak pihak.
Sasaran banyak pihak juga diarahkan ke pihak Unram yang telah memberikan karpet merah untuk mantan Kapolda NTB ini. Semua itu buntut dari fakta baru yang terkuak pascapuluhan pegawai militan KPK tak lolos dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).
“Kami sangat menyayangkan Unram telah memberikan karpet merah kepada orang yang secara jelas dan nyata telah menghancurkan sistem dan tatanan demokrasi di negara ini,” kata tegas Direktur Solidaritas Masyarakat Untuk Transparansi Indonesia (SOMASI) NTB, Dwi Ari Santo.
Dwi mengatakan, kampus sebagai miniatur negara dimana ide-ide tentang apa itu demokrasi dan bagaimana demokrasi itu seharusnya berjalan justru malah dibuat semakin tidak jelas di dunia kampus sendiri. Apalagi dengan menghadirkan ketua KPK dalam rangka memberikan kuliah di kampus ternama di NTB.
“Situasi hari ini bagaimana, jelas ketua KPK sebagai operator di tengah penghancuran sistem yang terbangun di KPK,” katanya.
Somasi melihat Unram mestinya mengambil sikap tegas bahwa siapapun dia jika secara nalar akademis telah menggangu demokrasi yang sedang ditata di negara ini maka harus ditolak, bukan malah diberikan lapak (panggung).
Katanya, integritas negara yang ada selama ini ditubuh lembaga KPK merupakan sebuah sikap yang sangat mahal. Sayangnya KPK saat ini dibawah pimpinan Firli menunjukkan integritas justru malah hancur hanya karena persoalan suka dan tidak suka yang jauh sekali dengan semangat akademis.
KPK saat ini sudah benar-benar keluar dari semangat pemberantasan korupsi. Hal ini dilihat Somasi salah satunya mengenai transparansi bagaimana Firli diduga melanggar hak 51 pegawainya.

“Itu sudah merupakan pelanggaran berat,” tegasnya.
Disebutkannya, dudah sangat jelas bagaimana akses informasi atas proses TWK tertutup tidak mampu diakses oleh pegawai yang tidak lolos tersebut. “Ini jelas melanggar UU. Masa lembaga negara melanggar UU untuk melaksanakan UU. Yang bener aja, aturan mana yang memperbolehkan itu kecuali soal kepentingan pribadi atau kelompok,” tegasnya lagi.

Sementara itu, Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi Unram, Yusron Saadi dikonfirmasi via ponsel mengaku jika acara tersebut batal. “Dengan berbagai pertimbangan akhirnya acara dimaksud ditiadakan,” kata Yusron.
Yusron tidak menjelaskan detail alasan urungnya menghadirkan Firli. Dia hanya mengatakan banyak pertimbangan, disamping Ketua KPK ada kegiatan penting yang mendadak terutama aksi yang mungkin timbul dikhawatirkan akan melanggar Prokes Covid-19.
“Itu laporan yang saya terima per pukul 20.00 tadi,” katanya.
Ditanya pembatalan itu apa karena sorotan publik. Yusron enggan menjelaskan panjang lebar.”Penjelasannya panjang. Saya ijin off dulu karena mau menyelesaikan koreksi hasil ujian semester,” klitnya. (jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Gubernur Raih Anugerah Best Inspiring Tourism Initiative

Read Next

Kasus BPPD UTD, BPK Akan Audit

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *