Karang Taruna Prapen Sulap Eceng Gondok jadi Pupuk Kompos

  • Bagikan
F AAA pengolahan
KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID SEMANGAT: Terlihat pengurus Karang Taruna Prapen sedang memasukan tumbuhan liar ke dalam mesin penghancur, Senin kemarin.

PRAYA – Pemuda melalui Karang Taruna Indonesia (KTI) Prapen, Kecamatan Praya akan menyulap eceng gondok dan tumbuhan liar di Bendungan Batujai menjadi rupiah. Sekarang sedang mulai dicoba tumbuhan liar itu diolah menjadi pupuk kompos.

Ketua KTI Tunas Bersatu Prapen, M Nasihi mengungkapkan kegiatan ini dilakukan atas keprihatinan pemuda terhadap tumpukan sampah di masing lingkungan. Demikian juga sampah hasil rumah tangga, bekas pakan ternak dan gulma yang setiap tahun terus semakin memadati permukaan Bandungan Batujai.

 

“Apalagi saat sampah tidak diangkut oleh petugas kebersihan,” terangnya kepada Radarmandalika.id, kemarin.

 

Nasihin bersama pengurus KTI lain terus berpikir keras agar dampak pencemaran lingkungan di areal waduk tidak semakin merusak ekosistem. Akhirnya, dengan inisiasi Karang taruna bersama para pemuda di lingkungan membentuk kepedulian terhadap waduk Batujai.

“Sementara ini hasil kami manfaatkan langsung di tingkat masyarakat, kami masih melakukan uji coba langsung pemberdayaan dan pemanfaatan dengan masyarakat. Kami memberikan contoh menggunakan sebagai media tanam,” ceritanya.

 

Kedepan, Nasihi optimis akan menjadi sumber Pendapatan Kelompok Pemberdayaan Masyarakat (Pokmas) yang dia bina dan jalan bersama tersebut dapat bernilai ekonomis, sehingga dapat menjadi biaya operasional anggota.

“kami siap mensupport areal Daerah Super Prioritas (DSP) Mandalika yang diketahui saat ini sedang dilakukan penataan ruang baik penataan taman dalam pemenuhan kebutuhan akan pupuk organik terutama di areal Sirkuit Mandalika,” sebutnya.

 

“Kalau perhari kami estimasi dapat memproduksi hingga 5 kwintal di satu titik, bahkan maksimal dapat mencapai 1 ton,” bebernya.

 

Dilanjutkannya, pengolahan yang dilakukan dalam pembuatan pupuk kompos ini juga dilaksanakan di dua lokasi.  Di Lingkungan Semarang dan Lingkungan Serengat. Nasihi menambahkan, multi player efek yang akan mampu ditingkatkan untuk perekonomian kerakyatan, kelestarian , kepedulian terhadap waduk dan menuntaskan persoalan kampung kumuh di Kelurahan Prapen. (tim)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *