Kapal Pesiar Diharapkan Banyak Datang Saat MotoGP

  • Bagikan
F pelindo
DOK/RADAR MANDALIKA SANDAR: Kapal pesiar yang pernah sandar di Pelabuhan Gili Mas Lembar beberapa tahun terakhir. Aktivitas serupa diharapkan akan meningkat jelang MotoGP 2022.

LOBAR—PT Pelindo III Cabang Lembar sanggat mengharapkan akan adanya peningkatan penumpang atau kapal pesiar (cruise) di tahun 2022. Terlebih menjelang hingga pelaksanaan event MotoGP 2022 yang akan berlangsung Maret mendatang. GM Pelindo III Cabang Lembar, Baharuddin mengaku segala fasilitas di pelabuhan Gili Mas sudah dipersiapkan. Mulai dari dermaga sandar kapal, terminal, tempat parkir kendaraan hingga gate atau pintu masuk pelabuhan yang tinggal dioperasionalkan. “Saya berharap sekali, karena ini salah satu titik point dukungan kita Pelindo untuk mensukseskan MotoGP dengan penyediaan fasilitas,” terangnya beberapa waktu lalu.

Pihaknya pun mengharapkan adanya dukungan dari pemerintah daerah terkait rencana hotel terapung yang digagas salah satu BUMN. Dimana nantinya, kapal pesiar yang sandar bisa menetap dua sampai tiga hari pelaksanaan MotoGP di pelabuhan Gili Mas. “Penumpang kapal pesiar bisa nonton MotoGP setelah itu pulang lagi ke kapal cruisenya,” jelasnya.

Ia mengatakan rencana itu juga bagian mendukung pelaksanaan MotoGP, agar nantinya di 2022 ini kapal cruise biasa masuk. Bahkan komunikasi intens dilakukan Baharuddin dengan manajemen kapal cruise. “Sudah dilakukan pembahasan di Bali kami semua (Pelindo) dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno,” bebernya.

Tak bisa dipungkiri dengan keterbatasan ketersediaan kamar hotel di NTB dan sudah full bookingnya kamar hotel di Lombok, hotel terapung diharapkan bisa menjadi solusi. Sebab kapal-kapal domestic juga diharapkan bisa berkontribusi. “Dari sisi fasilitas kami sudah siap,” tegasnya.

Sejauh ini untuk periode Januari sampai Maret 2022 belum ada konfirmasi kapal cruise yang akan datang ke pelabuhan Gili Mas itu. Belum lagi di akhir tahun 2021 lalu tidak terlalu meningkat signifikan, terutama dari sisi penumpang pejalan kaki. “Karena dengan adanya roro Lembar-Banyuwangi yang datang menggunakan mobil sendiri. Itu kelebihannya tol laut,” ujarnya.

Sedangkan untuk kendaraan pribadi, maupun truk, sehari rata-rata 500-600 per hari. Namun untuk arus barang di akhir tahun 2021 lalu mengalami peningkatan, sekitar 10-15 persen. “Penumpang saja yang tidak naik, tidak sampai 300 orang,” pungkasnya. (win)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *