Kalau Dibatalkan, Dana Pelunasan Haji Bisa Ditarik

F Koper JCH scaled

DOK/RADAR MANDALIKA HAJI: Seorang petugas saat memasukkan koper para Jamaah Calon Haji (JCH) kedalam bus di Kantor Kemenag Kota Mataram, tahun 2019.

MATARAM – Hingga Selasa kemarin siang, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram belum mendapat informasi terkait keputusan Arab Saudi soal penyelenggaraan ibadah haji tahun 2020. Jika ibadah haji tahun ini dibatalkan, maka Kemenag RI mewacanakan dana pelunasan haji boleh diambil kembali oleh Jamaah Calon Haji (JCH) yang telah melakukan pelunaaan. 

“Kalau ditunda sesuai janji Pak Menteri, kalau yang sudah melalukan perlunasan boleh diambil lagi istilahnya ditarik lagi,” ungkap Kasi Penyelenggaran Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Mataram, Hj. Ratna Mufida, kemarin.

Dia mengaku pihaknya sama sekali belum menerima kabar dari Kemenag RI soal kebijakan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Pihaknya di daerah tinggal menggu informasi dari pusat. Apakah haji tahun ini akan diselenggarakan ataukah tidak. 

“Itu urusannya pemerintah, kita gak tau. Tinggal menerima nanti infonya bagaimana-bagaimana. Sampai detik ini kita di bawah belum dapat apa-apa informasi,” kata dia.

Biaya Penyelenggaran Ibadah Haji (BPIH) tahun ini sebesar Rp 37.332.602 per jamaah. Mufida berharap kepada JCH yang sudah melakukan pelunasan agar tidak menarik kembali dana tersebut. Jika nantinya tidak jadi berangkat haji tahun ini. “Karena kalau diambil lagi, itukan capek lagi melakukan perlunasan lagi,” ungkap dia.

Dikatakan, bahwa jamaah yang menarik dana pelunasan otomatis akan melakukan pelunasan kembali. “Tapi kan masak sudah melunasin mau tarik lagi. Tapi terserah aja,” cetus perempuan berjilbab itu.

Diketahui, JCH Kota Mataram yang sudah melunasi dana haji di tahap pertama sebanyak 659 orang. Untuk pelunasan tahap dua kembali dilalukan mulai dari 12 Mei hingga 20 Mei (hari ini, Red). Karenanya, Mufida belum bisa membeberkan berapa JCH yang sudah melunasi di tahap dua.

“Nah tahap kedua saya belum berani mengatakan berapa-berapa. Karena kan sampai tanggal 20 Mei batas terakhir pelunasan tahap kedua. Baru kan teman-teman mengecek datanya berapa yang sudah melunasin, berapa yang belum,” terang dia.

Ketua Ikatan Persausaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Mataram, H Mutawalli, usai menggelar rapat koordinasi bersama Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh, pihak Kemenag Kota Mataram, dan pihak Imigrasi Mataram, mengungkapkan, masih banyak JCH asal Kota Mataram yang belum mengurus paspor. Untuk itu mereka diminta untuk segera mengurus paspor.

“Menurut catatan Kepala Imigrasi di Mataram masih banyak yang belum mengurus paspor. Mungkin karena menganggap tidak jadi (berangkat) atau apa gitu kita gak tahu,” ujar dia di Pendopo Wali Kota Mataram, kemarin.

Pria yang juga Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram itu menuturkan, berdasarkan catatan dari pihak Imigrasi Mataram, bahwa ada ratusan JCH yang belum mengurus paspor haji. “Ada 400 san orang dari 742 jamaah haji. Tapi kalau menurut Kemenag sudah mulai tinggal 300 san. Kenapa, karena dia belum melunasi (dana haji) makanya dia gak ngurus (paspor),” ujar Mutawalli.

Dia juga mengaku sama skali belum menerima informasi soal keputusan Arab Saudi terkait batal atau tidaknya penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Tapi kata Mutawalli, kabar terkait hal itu akan diputuskan hari ini. “Katanya 20 Mei kan. Besok (hari ini, Red) kita tunggu,” ungkap Mutawalli. (zak)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Gubernur Imbau Warga NTB Salat Id dI Rumah

Read Next

DPR RI Minta Huntap Korban Gempa di NTB Dilanjutkan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *