KAHMI Loteng Ajukan Diri jadi Tuan Rumah Munas

  • Bagikan
F Rakerda
KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID KOMPAK: Bupati Loteng, HL.Pathul Bahri dan pengurus Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Lombok Tengah foto bersama, Sabtu kemarin.

PRAYA – Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Lombok Tengah, saat ini sedang mengajukan diri sebagai tuan rumah dalam kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) KAHMI tahun 2022 di KEK Mandalika. Dari jadwal yang ada, perhelatan Munas KAHMI akan dilakukan usai balapan MotoGP tahun depan.

Sementara itu, dalam Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) Majelis Daerah (MD) KAHMI yang berlangsung di Praya, dalam Rakerda membahas program kedepan terkait kondisi internal dan eksternal sebagai wujud pembenahan dan kemajuan kedepannya. 

Disampaikan Ketua Panitia, Ramli Ahmad dalam laporannya menyampaikan dalam tema besar yang diusung saat ini merupakan bagaimana kontribusi KAHMI dan Pemda dalam sinergi dalam membangun daerah ke arah yang lebih baik. 

“Karena KAHMI bersiap menjadi bagian di pemda Loteng dalam pembangunan dan kemajuan daerah,” tegasnya.

Kemudian dalam kegiatan Rakerda itu, pembahasan dan hasil diharapkan akan memberikan sumbangsih pemikiran dalam bentuk rekomendasi hasil rakerda yang akan dilaporkan langsung kepada Bupati Loteng, HL.Pathul Bahri sehingga kemudian akan menjadi koreksi, korelasi dan sinergi kemajuan Gumi Tastura.

Ditambahkan Koordinator Presidum KAHMI Loteng, Ahmad Tantowi menegaskan, kegiatan Rakerda ini sebagai wujud komitmen KAHMI dalam mengawal pembangunan, kemudian pastinya kedepan akan terus bersinergi dan terus bersatu padu dengan pemda demi kemajuan daerah kedepan. 

“Dalam Rakerda ini, ada beberapa gagasan besar yang diangkat yakni, rekomendasi internal dan rekomendasi eksternal,” katanya.

Dalam rekomendasi internal itu, pihaknya menyatakan bahwa perlunya adanya sekretariat , kemudian naungan payung hukum dalam bentuk yayasan yang akan dibentuk sebagai wadah pengabdian dan pengembangan potensi SDA dan SDM. 

“Kita juga sedang mengajukan diri sebagai tuan rumah dalam Munas KAHMI yang kami usulkan dilaksanakan di KEK Mandalika,” bebernya.

Kemudian dalam rekomdasi eksternal menurutnya, perlu adanya maksimalisaai potensi wisata yang bukan hanya destinasi alam, namun cagar budaya, banguanan bersejarah, keramat, dan tradisi-trasisi yang menarik untuk di sajikan dan domaksimalakan mengingat banyaknya yang luput dari perhatian pemerintah. 

“Maka dari hasil Rakerda ini kami merekomendasikan Pemda untuk segera membuat Perda pelibatan, serapan dan pemberdayaan berbasis lokal, supaya kita tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri,” tegasnya.

Ditambahkan Presidium KAHMI lainnya, Samsul Rizal mengungkapkan, KAHMI saat ini meminta ruang seluas – luasnya kepada Bupati, dimana kemudian membangun daerah yang telah terbukti secara eskalasi politik nasional, dimana beberapa kader menjadi menteri pada kabinet Jokowi  saat ini yang sudah tidak dapat diragukan lagi secara kualitas. 

“Kualitas organisasi kami tidak dapat diragukan lagi,” tegasnya.

Rizal juga mengungkapkan, hadirnya KAHMI dan HMI sebagai organisasi yang berkomitmen dalam memicu semangat, fikiran, ide dan gagasan dalam membangun Lombok Tengah dan KAHMI siap bersinergi. 

“Moto Pesopoq Sile yang kemudian diambil KAHMI Loteng merupakan langkah maju dan besar dalam rangka bersama menyatukan shaf dan gerakan untuk kemajuan Loteng,” katanya.

Di tempat yang sama, Bupati Lombok Tengah, HL. Pathul Bahri mengatakan, dimana organisasi merupakan tempat mengabdikan diri, baik dengan cara berpikir, bergerak dan berjuang demi kemajuan daerah dan kebermanfaatan kepada masyarakat. 

Sementara dalam persiapan event motor dunia yang sebentar lagi akan dilaksanakan yakni, superbike merupakan even yang akan memberikan perubahan besar di daerah. 

“Kebanyakan penonton dari kelas ekonomi ke atas, sepertinya kita hanya cukup nonton di TV saja, 800 ribu harga tiket di track lurus dan tidak bisa jelas  terlihat,” katanya sembari guyon.

Bupati menerangkan, dalam pengelola superbike pemda telah bersurat dengan alasan Covid-19, pihaknya diminta untuk memberlakukan pajak hiburan sebesar 5 persen. 

“Atas dasar hal itulah kami langsung ke Jakarta dan menuntaskan pembahasan itu. Alhamdulillah pajak hiburan 15 persen di event WSBK besok untuk daerah. Maka jelas hitungan untuk PAD Loteng,” jelasnya.

Bupati berharap kondisi ini semakin membaik, dimana dengan capaian aksin semakin baik dan Loteng semakin bagus. 

Ditambahkannya, dalam 5 tahun lalu Loteng hanya memiliki PAD sebesar 35 miliar, namun saat ini telah mencapai 250 Miliar. Adapun APBD dulu sebesar 900 miliar, namun sekarang sudah mencapai 2,2 triliun. 

“Ini semua berkat doa, dan kerja keras pemerintah yang terus bersama masyarakat bersinergi kemudian dengan semua pihak,” pungkasnya.(tim)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *