Kades Sintung Pertanyakan Kelanjutan Proyek Sintung Park

  • Bagikan
Proyek Sintung Park
IST/RADAR MANDAlIKA DESAIN: Inilah proyek Sintung Park, Desa Sintung, Kecamatan Pringgarata yang tidak tuntas pengerjaannya.

PRAYA – Kepala Desa Sintung, Kecamatan Pringgarata bakal mendatangi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata  (Disbudpar) Loteng dalam waktu dekat ini.

Tujuannya untuk berkoordinasi serta meminta kejelasan, terkait kelanjutan pembangunan proyek objek wisata Sintung Park di wilayahnya yang tidak tuntas pengerjaannya.

Kepala Desa Sintung, Herman mengakui,  pihaknya akan mendatangi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam waktu dekat untuk meminta kejelasan mengenai pembangunan proyek Sintung Park tersebut.

“Rencananya hari ini (kemarin, Red) saya akan ke dinas untuk mempertanyakan. Tapi karena ada warga kami yang meninggal. Sehingga kami pending dulu,” tegasnya, kemarin.

Ia mengungkapkan, pihaknya menginginkan agar proyek Sintung Park ini agar dilanjutkan pada APBD Perubahan nantinya. Mengingat ada beberapa item proyek pengerjaan yang belum tuntas.

Adapun beberapa item dalam proyek Sintung Park yang belum tuntas dikerjakan diantaranya, pembangunan musala, jalan di dalam kawasan dan menara pandang.

“Masyarakat ingin proyek dengan pagu anggaran Rp 4 miliar itu harus dituntaskan. Agar masyarakat bisa memanfaatkan pembangunan dari wisata tersebut,” ungkapnya.

Herman mengaku, pihaknya dari desa tidak mengetahui pasti apakah proyek tersebut putus kontrak atau tidak. Karena itu merupakan kewenangan dari dinas terkait di pemerintah daerah.

“Kalau untuk pemutusan kontrak proyek itu saya tidak mengetahui pasti. Karena urusan tersebut merupakan kewenangan dari dinas langsung,” ungkapnya.

Ia mengakui,  keberadaan Sintung Park ini nantinya akan sangat besar pada masyarakat. Sebab selain akan menciptakan lapangan pekerjaan namun juga akan meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Terutama pada pelaku UMKM.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Sintung  menyatakan, pihaknya juga belakangan ini beberapa kali ke dinas untuk mempertanyakan persoalan kelanjutan pembangunan proyek tersebut.

Namun demikian, ketika tiba di dinas dirinya tidak pernah bisa ketemu dengan kadis dinas setempat. Alasannya karena ia sedang banyak pekerjaannya.

“Saya belum bisa bertemu dengan kadisnya. Karena dia belakangan ini sedang sibuk. Tapi saya akan terus mencoba agar bisa bertemu dengan dia,” ucapnya.

Ia mengaku, masyarakat sangat kecewa karena tidak tuntasnya proyek ini. Sebab, dampaknya wisata tersebut tidak bisa hadir untuk meramaikan untuk perhelatan MotoGP mendatang.

“Saya juga harapkan ada sanksi untuk perusahaan yang melaksanakan pekerjaan itu. Kenapa proyek ini tidak tuntas mereka kerjakan,” tugasnya. (Jay)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *