Kabar Baik untuk NTB, Tujuh Pasien Korona Sembuh

WhatsApp Image 2020 04 15 at 06.22.26

IST/RADARMANDALIKA.ID Berikut tabel data perkembangan kasus korona di NTB.

MATARAM-Melawan virus korona atau covid-19 di NTB perlahan terlihat berhasil. Ini dibuktikan dengan banyaknya warga yang awal positif covid-19, sekarang dinyatakan sembuh atau negative.

Rabu 15 April 2020 sempurna, tidak ada kasus baru. Termasuk kematian tidak ada. Malah dua pasien sembuh.

Adapun pasien sembuh, pasien nomor 05, M perempuan, usia 50 tahun, warga Kecamatan Lunyuk Kabupaten Sumbawa, setelah hasil swab diperiksa dua kali keduanya negatif. Sekarang pasien masih dirawat di RSUD H.L. Manambai Abdulkadir Sumbawa untuk perbaikan kondisi dan direncanakan segera keluar rumah sakit.

Pasien nomor 09, NM perempuan, usia 28 tahun warga Desa Toya, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, setelah diperiksa dua kali keduanya negatif.

Pasien masih dirawat di RSUD R. Soedjono Selong untuk perbaikan kondisi dan direncanakan segera keluar rumah sakit.

Dengan bertambahnya pasien yang sembuh, maka jumlah pasien konfirmasi positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (15/4) 41 orang, dengan rincian, tujuh orang sudah sembuh, dua orang meninggal dunia, dan 32 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Disampaikan Ketua Harian Gugus Tugas NTB, HL Gita Ariadi mengatakan, semua pasien yang dinyatakan sembuh berdasarkan hasil laboratorium swab negative dua kali telah bebas dari Covid-19.

Oleh karena itu, Lalu Gita  berharap kepada masyarakat untuk tidak perlu khawatir tertular Covid-19 pada pasien yang telah sembuh, serta mendukung pasien untuk melanjutkan perbaikan kondisi di rumah masing-masing sampai 14 hari setelah keluar rumah sakit.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 183 orang dengan perincian 94 orang PDP masih dalam pengawasan, 89 orang PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 12 orang PDP meninggal.

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 4.000 orang, terdiri dari 1.153 orang masih dalam pemantauan dan 2.847 orang selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 912 orang, terdiri dari 819 orang masih dalam pemantauan dan 93 orang selesai pemantauan.

Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 34. 211 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 15.899 orang, dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 18.312 orang.

“Alhamdulillah, perkembangan cukup baik,” kata Gita.

Sebagian besar populasi berisiko sudah diperiksa dengan metode Rapid Diagnostic Test (RDT), yaitu kepada tenaga kesehatan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG), serta Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) terutama yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar.

Sebanyak 188 tenaga kesehatan telah diperiksa dengan hasil 7 orang (3,7%) dengan hasil reaktif, 705 ODP/OTG diperiksa dengan hasil 46 orang (6,5%) reaktif, dan 472 PPTG perjalanan Gowa Makassar diperiksa dengan hasil 108 orang (22,8%) reaktif.

Semua orang dengan hasil RDT reaktif dilanjutkan pemeriksaan swab sebagai standar pemeriksaan laboratorium untuk penegakan diagnosa Covid-19.

Metode pemeriksaan dengan RDT yang dilakukan terhadap ODP, OTG dan PPTG merupakan langkah tepat sebagai deteksi dini untuk mencegah penularan Covid-19 lebih luas. Semakin banyak warga yang terdeteksi, maka semakin mudah dan cepat kita bisa melakukan pencegahan dan tindakan penanganan medis.

Jadi, dengan adanya rapid tes ini, kita dapat memperkirakan dan mempersiapkan diri jika dalam beberapa hari kedepan akan ada lonjakan jumlah pasien positif Covid-19. Tetapi hal ini jangan dipandang sebagai hal yang buruk dan membuat panik.

“Justru ini adalah perkembangan positif, karena kita telah memulai langkah yang benar,” katanya tegas.(r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Pastikan Pendopo Gubernur Bebas dari Virus Korona

Read Next

Lima Hari Sampah Numpuk di Kota Praya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *