MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi menerima 23 Purna Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII Tahun 2026 dalam rangkaian Pelantikan dan Serah Terima Purna Praja yang digelar di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/07).
Mewakili Pemerintah Provinsi NTB, Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi NTB, Lalu Achmad Sukarman menghadiri langsung prosesi pelantikan dan serah terima tersebut. Ia didampingi Kepala Subbidang Hubungan Antar Lembaga Badan Penghubung Daerah Provinsi NTB.
Dari total 1.204 lulusan IPDN Angkatan XXXIII Tahun 2026, sebanyak 23 orang merupakan putra-putri terbaik asal Provinsi NTB. Dalam prosesi serah terima, dilakukan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) dari Sekretariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri kepada Pemerintah Provinsi NTB sebagai tanda penyerahan resmi para purna praja.
Melalui proses tersebut, Pemerintah Provinsi NTB menerima dokumen kepegawaian dan fisik 23 purna praja dari pihak Kementerian Dalam Negeri/IPDN. Selain itu, turut diserahkan berbagai dokumen administrasi, di antaranya petikan surat keputusan (SK), Surat Perintah Tugas (SPT) awal, serta berkas pendukung kepegawaian lainnya sebagai dasar penempatan dan pengabdian para lulusan di lingkungan pemerintahan.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang memimpin pelantikan Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Tahun 2026 menegaskan bahwa proses seleksi IPDN menjadi bukti nyata penerapan sistem meritokrasi yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Presiden menyampaikan bahwa para lulusan IPDN berasal dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi, mulai dari anak petani, buruh, hingga keluarga bintara. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk mengabdi kepada negara melalui proses seleksi yang objektif dan berintegritas.
“Siapa pun, termasuk anak buruh, dapat lulus menjadi Pamong Praja Muda dan suatu saat bisa menjadi pemimpin bangsa melalui sistem meritokrasi yang jujur dan berprestasi,” tegas Presiden Prabowo.
Presiden juga mengapresiasi sistem seleksi IPDN yang dinilai mampu menjaring putra-putri terbaik bangsa secara murni berdasarkan kemampuan dan prestasi, tanpa membedakan latar belakang sosial maupun ekonomi keluarga.
Dengan diterimanya 23 Purna Praja asal NTB, Pemerintah Provinsi NTB berharap para lulusan mampu mengemban amanah sebagai aparatur sipil negara yang profesional, berintegritas, serta siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat demi mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang semakin berkualitas. (jho)

