Jembatan Penghubung Dua Gili Capai 70 Persen di Lotim

F BANGUN

IST / RADAR MANDALIKA SUDAH 70 PERSEN: Jembatan penghubung Gili Ree dan Gili Belek, yang dibangun untuk mempermudah aktivitas anak-anak gili bersekolah.

LOTIM – Pembangunan jembatan penghubung antara Gili Ree dengan Gili Belek Desa Paremas Kecamatan Jerowaru Lombok Timur (Lotim), terus berjalan. Progres jembatan hingga saat ini, telah mencapai 70 persen, dari 241 meter panjang jembatan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lotim, Purnama Hady, di Pendopo Bupati Lotim, Rabu malam (8/9) lalu menjelaskan, jembatan penghubung dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 2,7 miliar. Jembatan dihajatkan Pemerintah Daerah (Pemda) Lotim karena melihat nasib anak-anak bangsa yang bertaruh nyawa mengarungi laut demi bisa bersekolah.
Apalagi tahun 2012 silam tuturnya, siswa Gili Ree yang sekolah ke Satap Gili Belek menggunakan sampan, ketika itu mengalami kecelakaan laut dimana sampannya terbalik. Kendati insiden itu tidak memakan korban jiwa, akan tetapi pakaian dan buku sekolahnya basah, bahkan bukunya hanyut. “Pertimbangan itu sehingga pemerintah membangun jembatan. Dan ini satu-satunya jembatan penghubung antar pulau di NTB,” ujarnya.
Jembatan itu yang kini tersisa pengerjaannya 30 persen itu, dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB), menggunakan 170 tiang pancang. Sudah 170 tiang pancang terpasang. Secara teknis kekuatan jembatan sudah diperhitungkan. Tiang pancang sepanjang 6 meter itu, dipasang menggunakan alat berat, kedalaman 2 meter ke dasar laut. Sehingga aman kendati air pasang atau pun angin kencang. Jembatan itu didesain bisa dilalui sampan, sehingga lalulintas nelayan tidak terganggu. “Kalau jembatan sudan jadi, anak-anak kita tidak lagi bertaruh nyawa ke sekolah. Tinggal bertaruh keringat saja, bisa menggunakan sepeda, bisa juga jalan kaki pulang pergi sekolah,” tegasnya.
Kehadiran jembatan penghubung yang dikerjakan selama lima bulan sejak (10/6) lalu sampai 10 november mendatang ini, bisa juga dikemas menjadi destinasi wisata. Apalagi, diantara jembatan itu, menyajikan panorama alam dan laut yang indah. “Jembatan ini nanti bisa jadi destinasi wisata juga. Nanti kita pasangkan lampu,” pungkasnya, seraya berharap pembangunan jembatan bersejarah dimasa pemerintahan Sukiman-Rumaksi ini, tidak menuai kendala. (fa’i/r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Mahalli: Bagaimana Kalau GTI Melawan

Read Next

Indonesia Tuan Rumah Global Tourism Forum

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *