Jelang WSBK, Desa Wisata Masih Lesu

F Wisata

FENDI/ RADAR MANDALIKA GAPURA: Gapura Tenun Desa Wisata Setanggor masih sepi dari wisatawan, kemarin.

PRAYA – Menjelang pelaksanaan Word Superbike (WSBK) pada November mendatang, keberadaan destinasi wisata di desa penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika masih lesu.
Pasalnya, sejak terdampak Covid-19 pada awal tahun 2019 lalu sampai dengan saat ini para pelaku pariwisata secara terpaksa harus banting sentir dengan mengeluti pekerjaan di sawah dan pekerjaan serabutan lainnya. Akibat dari keadaan ini destinasi wisata desa menjadi tidak terurus bahkan selama tiga tahun ini banyak sarana pendukung yang mengalami kerusakan.
“Kondisi wisata kita di desa banyak sarana pendukung sudah rusak karena tidak terurus, sejak tidak adanya pengunjung karena pembatasan,” jelas Kades Setanggor H. Kamaruddin pada Radar Mandalika, kemarin.
Kondisi ini jelasnya, diperparah oleh pengurus Pokdarwis yang akan segera dimisioner. Sehingga pengurus sampai saat ini belum bisa fokus pada upaya untuk membenahi sarana pendukung wisata desa tersebut.
“Dari desa kita dorong untuk perubahan secepatnya agar pengurus baru segera terbentuk,” jelasnya.
Kades menilai kondisi wisata semakin lesu karena minimnya koordinasi antar multipihak yakni, Pokdarwis di desa, pemerintah desa, dan juga dinas terkait. Pasalnya, koordinasi dinas pariwisata sampai saat ini hanya dengan Pokdarwis dan bentuk program hanya sebatas fokus grup diskusi (FGD).
Menurutnya jika ketiga lembaga, terutama desa dilibatkan dalam upaya untuk memberikan pelatihan dan edukasi kepada pelaku wisata, tentunya akan mampu memberikan solusi secara berkelanjutan terkait perkembangan wisata desa.
“Kita tidak pernah di panggil untuk membicarakan langkah strategis untuk memulihkan pariwisata di masa pandemi ini,” keluhnya.
Lebih lanjut, kades menjelaskan, jika pihak terkait fokus pada upaya menjaga destinasi wisata, masa pandemi akan menjadi waktu yang bagus untuk melakukan pembenahan. Seperti memperbaiki sarana pendukung, pelatihan untuk pelaku wisata dan program penunjang lainnya untuk meningkatkan SDM pengelola.
Dianugrahi sebagai desa wisata sejak tahun 2017, Desa Setanggor saat ini masih memiliki ikon wisata yang bisa dibangkitkan untuk menyukseskan WSBK yakni kesenian, kerajinan tenun dan juga homsty.
“Serahusnya saat pandemic dinas pariwisata mengucurkan anggaran untuk perbaikan infrastruktur, “ tekannya.
Dia berharap agar koordinasi dengan multipihak dapat terjalin dengan maksimal sehingga pariwisata desa bisa kembali bangkit. Mengingat even internasional di KEK Mandalika akan segera dilaksanakan, semua pihak harus mampu berbenah agar manfaat even untuk peningkatan ekonomi masyarakat dapat tercapai. (ndi).

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Sulit Dijangkau, Sinyal Internet Tidak Ada, Ini jadi Kendala Vaksinasi

Read Next

Ketum PAN Dukung Zul Pilgub 2024

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *