BELUM BERDAMPAK: Kawasan perhotelan di Senggigi Kecamatan Batulayar, Lobar, terpantau belum ramai jelang WSBK. (WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA)

LOBAR – Dampak perhelatan World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika tak terlalu dirasakan hotel di Senggigi Lombok Barat (Lobar). Tak seperti penonton event MotoGP yang ramai menginap di Senggigi. Justru bokingan kamar periode pelaksanaan WSBK 3-5 Maret 2023 ini tak terlalu ramai, bahkan cenderung sepi.

“Kalau WSBK belum (belum ada bookingan) karena WSBK kita lihat realistis aja, penontonnya banyak yang lokal,” ujar General Manager (GM) Hotel Merumatta Senggigi, Fakhrurrazi, Minggu (26/02) lalu.

Tak bisa dipungkiri minat penonton WSBK tak seramai MotoGP yang ramai dari luar daerah maupun mancanegara. Bahkan dari koordinasi dengan beberapa hotel di kawasan Kuta Mandalika, okupansinya saat WSBK hanya sekitar 30-40 persen. “Berati kan belum bisa terlalu menarik minat dari luar kalau WSBK. Tapi kalau MotoGP saya optimis,” ungkapnya.

Hingga H-5 penyelenggaraan WSBK, ia belum melihat pergerakan yang signifikan untuk bookingan kamar. Sehingga melihat kawasan Kuta yang masih tak terlalu ramai, pihaknya tak terlalu berharap Senggigi akan ramai saat event itu.

“Apalagi kalau kita pikir jarak ya, Senggigi kan ring 3. Ring 1 itu Kuta, ring 2 Mataram, baru Senggigi. Paling Kuta dulu yang dipenuhi, baru Mataram, baru Senggigi,” imbuh dia.

Namun okupansi Merumatta sendiri saat ini diakuinya mencapai 60 persen, dari 166 jumlah kamar di sana. Angka ini diakuinya mengalami peningkatan jika dibanding saat PPKM masih belum dicabut. Okupansi hanya 20-30 persen.

“Jadi, bisa dikatakan, 100 persen meningkatnya okupansi saat ini,” pungkasnya.

Sementara itu, GM Holiday Resort, Ketut M Jaya Kusuma mengaku di periode WSBK memang ada bookingan kamar hotel mencapai sekitar 45 persen. Hanya saja pihaknya tak bisa memastikan apakah tamu itu penonton WSBK atau tidak. “Belum tahu apakah tamu-tamu itu untuk menonton WSBK atau tidak,” kata Ketut.

Ketua Senggigi Hotels Association (SHA) itu memaparkan dari angka itu, rata-rata bookingan datang dari wisatawan domestik mencapai 65 persen. Hal senada juga disampaikan Aruna Senggigi, melalui Arcom Manager Aruna, Mayang Kristi. Menurutnya di periode itu bookingan kamar hotel di Aruna Senggigi cukup tinggi.

“Di periode WSBK yang full tanggal 4, kalau tanggal 5 itu bookingan 60 persen. Tapi kami belum bisa pastikan apakah itu dari tamu WSBK atau bukan,” pungkas Mayang. (win)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 541

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *