TERENDAM: Kondisi banjir yang terjadi di jalur Pusuk Kecamatan Batulayar, Kamis (27/4).(IST/RADAR MANDALIKA)

LOBAR – Seorang pengendara sepeda motor nyaris hanyut saat banjir menerjang jalur Pusuk Kecamatan Batulayar, Kamis (27/4).

Kejadiannya sekitar pukul 14.00 Wita dipicu intensitas hujan yang tinggi di kawasan itu sejak pukul 12.00 Wita. Diperparah lagi dengan buruknya drainase jalan provinsi yang tersumbat. Air kiriman pegunungan membuat saluran itu meluap dan membuat talud utama di kawasan itu ambles.

Banjir dengan ketinggian sebetis orang dewasa menyebabkan arus lalu lintas macet mencapai satu kilometer lebih. Bahkan, pengendara bersama anak kecil nyaris terbawa arus. Hingga ada yang mendorong kendaraannya untuk melewati banjir itu.

Kadus Kedondong Bawak Desa Pusuk Lestari, Zulfan menuturkan jalur menuju Pusuk persisnya di ruas jalan perbatasan Desa Pusuk dengan Lembah Sari diterjang banjir. “Arus banjir begitu deras, terjadi sekitar satu jam lebih, menyebabkan jalur macet hingga 1 kilometer antrean kendaraan,” jelasnya.

Derasnya banjir dipicu air dari perbukitan masuk ke jalan raya, hingga menyebabkan beberapa kendaraan macet. Pengendara yang tidak berani melintasi pun terpaksa harus jalan kaki sambil mendorong kendaraannya melewati banjir. Beberapa warga pun turun ke jalan raya membantu mengurai kemacetan.

“Satu pengendara motor dan anaknya nyaris hanyut oleh derasnya aliran banjir, tapi bisa ditolong warga,” terang aktifis itu.

Menurut pria yang aktif sebagai pegiat kemanusiaan Endri’s Foundation (EF) ini, jalur itu kerap dilanda banjir ketika musim hujan. Karena itu, ia berharap gorong-gorong ruas jalan itu ditangani agar tidak lagi menjadi langganan banjir. “Karena jika dibiarkan, aspal jalan itu akan rusak kalau terus menerus digerus banjir,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Batulayar, Afgan Kusuma Negara mengimbau kepada pengendara dan warga yang melewati jalur itu saat musim hujan agar lebih berhati-hati. Karena air pegunungan di daerah itu sering kali naik ke jalan raya. “Kami imbau kepada warga dan pengendara agar berhati-hati melewati jalur itu. Karena air pegunungan itu sering naik ke jalan raya. Sehingga khawatir terseret arus air yang deras,” kata dia.

Pihaknya pun berharap pemerintah provinsi dan pusat menangani penyebab banjir di jalan itu. Seperti gorong-gorong nya perlu diperbesar. “Kami minta agar talud jalan yang longsor itu ditangani segera biar tidak merembet ke badan jalan,” pintanya.

Selain di Pusuk, banjir juga sempat menggenangi tiga titik lainnya di Kecamatan Batulayar. Sejumlah rumah warga dan beberapa hotel di kawasan Senggigi juga sempat terendam air. Namun sore hari berangsur surut. Ketiga titik itu ada di Desa Senggigi, Batulayar Barat dan Batulayar.

“Tapi air sudah berangsur surut,” ujarnya seraya mengatakan pihaknya bersama desa dan BPBD sudah turun melakukan penanganan.

Terpisah Kepala Desa Senggigi, Mastur membenarkan ada beberapa hotel yang sempat tergenang banjir. Menurutnya setiap hujan turun dengan lebat, kawasan depan Hotel Sheraton dan juga Dusun Kerandangan Desa Senggigi selalu mengalami banjir.

“Betul terjadi banjir dan longsor di Dusun Kerandangan tepatnya di RT 6,” kata Mastur.

Ia menjelaskan, ketinggian banjir yang menggenangi jalan raya di depan Hotel Sheraton Senggigi sekitar 50-70 cm terjadi sekitar pukul 14.00 wita. Para pengguna jalan yang melintasi jalan depan Hotel Sheraton terpaksa harus berjalan kaki sambil mendorong kendaraan mereka, untuk menghindari genangan air yang cukup deras.

“Tak hanya banjir, tanah longsor juga terjadi di Dusun Kerandangan, dan merusak satu unit rumah warga, ” cetusnya.

Atas kejadian itu, pihak desa telah turun melakukan pengecekan kondisi longsor yang terjadi di RT 6 Dusun Kerandangan. Selain itu, pihaknya sudah meminta masyarakat yang tinggal di seputaran daerah longsor untuk pindah atau mengungsi sementara guna menghindari adanya longsor susulan. Karena kondisi longsor membawa material batu yang dikhawatirkan akan menimpa warga jika tidak secepatnya menyelamatkan diri.

“Kita khawatir adanya longsor susulan, karena banyak batu yang jatuh. Warga kita minta pindah sementara ke musala,” imbuhnya.

Mastur menambahkan, sebagai langkah antisipasi setidaknya ada 10 KK yang diimbau pindah sementara untuk menyelamatkan diri. Apalagi saat ini kondisi cuaca di kawasan Senggigi masih dalam suasana hujan namun tidak deras pada pukul 16.30 wita. Kades khawatir akan turunnya hujan lagi, sehingga masyarakat diimbau untuk waspada.

“Ini masih mendung, kemungkinan akan hujan lagi. Masyarakat yang ada di bawah longsor kita minta untuk pindah lebih dulu,” imbaunya.(win)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *