banner 300x600

Jalan Kabupaten di Pemepek Terancam Putus

  • Bagikan
F Jalan scaled
RAZAK/RADAR MANDALIKA RUSAK PARAH: Ruas jalan kabupaten di Desa Pemepek berlubang. Dump truk hendak melintas di ruas jalan yang rusak parah itu, kemarin.

PRAYA – Kondisi jalan di Desa Pemepek, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah (Loteng) yang berstatus jalan kabupaten dikeluhkan pemerintah desa setempat dan warga sekitar. Ruas jalan yang tidak jauh dari pertigaan ke arah Desa Tanak Beak Kecamatan Batukliang Utara itu memang mengalami kerusakan parah dan berlubang.

Pantauan Radar Mandalika di lapangan, kemarin (12/5), kondisi ruas jalan yang sekaligus sebagai jembatan sungai itu memang berlubang. Bagian bawah jalan sudah terkikis. Kondisi ruas jalan ini sudah semakin parah.

banner 300x600

Karena terkikis, kepadatan jalan bagian bawah hingga menyisakan kurang lebih 2 meter di sisi timur. Sehingga, jika kondisi jalan itu tidak segera ditangani pemerintah maka akan amblas bahkan terancam putus.

Kepala Desa (Kades) Pemepek, Marlan mengungkapkan, pihaknya sudah melaporkan kondisi jalan kabupaten yang rusak dan berlubang itu ke pemerintah kecamatan Pringgarata dan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Loteng. Namun hingga kemarin, dari pihak Dinas PUPR belum kunjung turun melihat langsung kondisi ruas jalan tersebut.

“Saya sudah bersurat ke dinas PUPR,” katanya pada Radar Mandalika saat turun meninjau kondisi jalan berlubang itu.

Dikatakan, ruas jalan itu sudah lama dibangun ketika ada program AMD (ABRI Masuk Desa). Namun, saat ini kondisi jalan sangat mengkhawatirkan karena berlubang. Apalagi jalan tersebut selalu dilalui dump truk pengangkut material.

“Jalan ini sudah lama dibangun tapi sekarang kondisinya rusak. Ini harus mendesak untuk dikerjakan,” jelas Marlan.

Lalu lintas kendaraan dump truk pengangkut material dan kendaraan lainnya diakses jalan tersebut bisa dikatakan bukan setiap hari. Melainkan, setiap jam. Potret semacam itu membuat jalan semakin parah dan mengkhawatirkan.

Jika tidak segera ditangani maka bisa berpotensi menyebabkan kecelakaan. Karena itu, warga yang melintas harus hati-hati mengendarai kendaraannya. Jika tidak, kendaraan tergelincir dan jatuh.

Pemerintah desa dan warga setempat berharap pemerintah daerah (Pemda) segera melakukan perbaikan. Mengingat, keberadaan ruas jalan ini sangat vital. Selain keberadaannya untuk mobilitas masyarakat, jalan itu juga sebagai akses ekonomi. (zak)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *