ITDC Dinilai Lelet Laporkan Realisasi Investasi

  • Bagikan
Muhammad scaled
RAZAK/RADAR MANDALIKA H Muhammad

PRAYA – PT. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dinilai lelet dalam melaporkan perkembangan realisasi investasi dalam bentuk Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Sesuai ketentuan yang ada, LKPM harus dilaporkan ke pusat lewat online melalui sistem Online Single Submission (OSS).

“(ITDC) memang lambat melaporkan LKPM- nya,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Loteng, H Muhammad pada Radar Mandalika, pekan lalu.

Dia menyampaikan, pihaknya secara resmi sudah meminta ITDC agar segera melaporkan LKPM. Yang mana, realisasi investasi di Loteng tahun 2021 mencapai Rp 2,1 triliun lebih dari target Rp 3 triliun. Hanya saja, capaian investasi tersebut tanpa memasukkan realisasi investasi di KEK Mandalika.

“Belum termasuk ITDC. ITDC kan belum melakukan laporan sampai sekarang,” ucap Muhammad.

Untuk itu, dia mengatakan bahwa pihaknya sudah melayangkan surat kepada ITDC agar segera menyampaikan laporan realisasi investasi dalam bentuk LKPM lewat online. Namun kata Muhammad, sampai sekarang pihaknya belum menerima LKPM perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.

“Saya sudah minta supaya bisa masuk bulan April ini. Di surat saya sebutkan itu,” tandasnya.

Berdasarkan peraturan perundang-undangan, kata Muhammad, LKPM harus dilaporkan ke pusat lewat online melalui sistem Online Single Submission (OSS). Tidak boleh secara manual. Lewat sistem online ini, kata dia, pemerintah daerah (Pemda) dapat mengakses laporan perkembangan realisasi investasi yang masuk di daerah.

“Nanti pusat juga kita diberikan akses untuk itu secara online,” jelas mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng itu.

Ditanya, kenapa sejauh ini ITDC belum menyampaikan LKPM. Muhammad mengungkapkan, karena pada tahun 2021 ITDC terkendala terkait masalah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Mengangkut laporan nilai investasi, karena itu KBLI harus jelas.

“Dulu ada KBLI- nya tapi sektornya adalah sektor perhotelan. Karena ada Sirkuit (MotoGP Mandalika), dia (ITDC) harus ganti KBLI- nya sehingga harus mencakup/tercover semua apa yang diusahakan di situ,” katanya.

“Dia sudah rubah itu (KBLI). Cuman dia belum melakukan pelaporan lewat online,” tambah Muhammad.

Sementara, DPMPTSP Loteng memperkirakan realisasi investasi di Gumi Tatas Tuhu Trasna akan meledak jika ITDC menyampaikan LKPM. Muhammad memprediksi, nilai investasi ITDC yang masuk di Loteng tahun 2021 antara Rp 4 sampai Rp 5 triliun. Cuman belum ada laporan perkembangan realisasi dari ITDC.

“Kalau itu dilaporkan, kita mungkin sangat jauh dari target investasi. Makanya (LKPM) kita minta harus masuk bulan April ini,” pungkasnya.

Tahun 2021, realisasi investasi di Loteng tidak mencapai target dari yang diberikan pemerintah pusat sebesar Rp 3 triliun. Tapi di satu sisi, ujar Muhammad, secara umum pemerintah pusat sangat mengapresiasi realisasi investasi yang masuk di NTB.

“Cuman kita di Lombok Tengah belum terlampaui target karena persoalan ITDC yang tidak bisa melaporkan (realisasi investasi dalam bentuk LKPM),” katanya.

Dijelaskan, realisasi investasi di Loteng terdiri dari berbagai macam kegiatan proyek atau usaha. Akan tetapi, realisasi investasi sebagian besar di sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi. Kemudian sektor hotel dan restoran.

Dari realisasi investasi di Loteng sebesar Rp 2,1 triliun lebih, kata Muhammad, sebesar Rp 1,8 triliun lebih merupakan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) antara lain dari Bali dan Jakarta. Dan sebesar Rp 276 miliar lebih merupakan Penanaman Modal Asing (PMA).

Realisasi PMA di Loteng didominasi lima negara. Masing-masing Australia dengan investasi sebesar Rp 47.979.000.000, Swedia sebesar Rp 31.158.000.000, Perancis sebesar Rp 23.826.000.000. Kemudian Inggris sebesar Rp 18.376.000.000, dan Jerman sebesar Rp 14.035.000.000. (zak)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *