LOBAR—Isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tengah berkembang di masyarakat menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat (Lobar). Untuk memastikan isu itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lobar turun melakukan pemantauan di sejumlah SPBU di Lobar guna mengantisipasi terjadinya antrean panjang seperti yang terjadi di Bali. Namun, dari pemantauan tersebut tidak ditemukan adanya kelangkaan BBM.
“Perintah dari pimpinan untuk mengecek isu kelangkaan BBM, mengantisipasi seperti di Bali itu, antrean sampai beberapa kilometer, kemudian setelah sampai tujuan orang yang dapat giliran justru kehabisan BBM. Supaya itu tidak terjadi di Lombok Barat, makanya Satpol PP diperintah untuk mengecek semua SPBU yang ada di Lombok Barat,” kata Kabid Penertiban Umum Satpol PP Lobar, Abdulrahman, Rabu (21/10).
Total sebanyak 19 SPBU yang tersebar di 10 kecamatan di Lobar tetap beraktivitas. Menurutnya, pihak Satpol PP rutin melakukan pengecekan ke SPBU. Meski kelangkaan tidak terjadi di Lobar, patroli pengecekan akan tetap dilakukan selama isu kelangkaan BBM yang menjadi isu nasional terus berkembang.
“Dari 19 SPBU, sekitar 5 SPBU kalau tidak salah yang belum, karena lokasinya cukup jauh, seperti di Sekotong, Batulayar, dan Gunungsari,” terangnya.
Diakuinya, sudah dua hari pihak Satpol PP turun bersama 12 anggota untuk melakukan pengecekan ke sejumlah SPBU. Tidak sekadar mengecek, pihaknya juga berkoordinasi dengan pemilik maupun pengurus SPBU untuk mengetahui ketersediaan BBM. Jika terjadi antrean panjang, anggota akan turut membantu merapikan dan menjaga kondisi tetap aman dan tertib.
Menurutnya, stok BBM di Lobar tidak mengalami kelangkaan. Manajemen SPBU juga mengungkapkan bahwa masyarakat yang mengisi BBM tidak pernah mengantre lama, bahkan tetap memperoleh pasokan BBM untuk memenuhi kendaraannya.
“Selalu tersedia, masyarakat tidak pernah sampai tidak dapat. Kalau sudah jam tutup ya habis, tapi tidak pernah sampai tidak mendapat giliran atau antrean panjang kayak di Bali,” jelasnya.
Selain pengendara, banyak masyarakat yang berprofesi sebagai penjual BBM eceran turut mengantre membeli bahan bakar menggunakan jeriken.
“Karena itu kebutuhan masyarakat juga. Untuk itu dikasih seperti biasa. Hanya untuk pembelian masih normallah, tidak sampai mengakibatkan yang lain tidak dapat,” imbuhnya.
Rencananya, esok hari pihak Satpol PP akan kembali melakukan kegiatan pengecekan antrean di SPBU kawasan Batulayar dan Gunungsari.
“Kita melakukan pengecekan dari pagi jam 08.00 sampai siang jam 12.00 WITA,” pungkasnya. (Win)

