Baiq Isvie Rupaeda (Dok/Radar Mandalika)

MATARAM – Dugaan perselingkuhan Direktur RSUD Provinsi NTB, dr Lalu Herman Mahaputra (Dokter Jack) bersama Dokter Spesialis Bedah inisial UI kian memanas dua hari terakhir ini. Mencuatnya ke permukaan publik itu memantik respons Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda. Isvie meminta Direktur RSUD Provinsi itu untuk menyelesaikan polemik itu secara kekeluargaan.

“Saya minta Dokter Jack (Direktur RSUD NTB) untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Panggil baik-baik Dokter UI itu dan bicarakan dari hati-ke hati,” pinta Isvie di Mataram, kemarin.

Menurut politisi partai Golkar itu, sebagai seorang perempuan, dugaan perselingkuhan antara Dokter Jack dengan stafnya yang berprofesi sebagai spesialis bedah plastik di RSUD NTB tersebut dirinya sangat prihatin dan sayangkan.

“Soal benar atau tidaknya itu soal pribadi masing-masing. Tetapi naik ke permukaan (publik) persoalan ini sangat miris bagi saya sebagai seorang perempuan. Tentu hal ini sangat menyakitkan dan tidak boleh terjadi lagi,” katanya.

Karena kasus dugaan perselingkuhan tersebut sudah menjadi perhatian publik, Isvie menyarankan Dokter Jack untuk diselesaikan secara baik-baik dan kekeluargaan.

“Saran saya diselesaikan secara kekeluargaan dan secara baik-baik,” sarannya.

Dugaan asmara terlarang itu sebelumnya dibuka Penasehat Hukum UI yaitu Sapto Dewi Trianawati.

Yana panggilan pengacara tersebut menduga kuat bahwa pemberhentian dengan hormat kliennya itu karena tidak ingin terbongkar ‘kisah asmaranya’ bersama seorang stafnya yang berkerja sebagai dokter spesialis di RSUD NTB.

Kliennya tersebut adalah salah satu dosen Fakultas Kedokteran Universitas Mataram (FK Unram) yang juga berstatus Aparat Sipil Negara (ASN) yang diperbantukan ke RSUD NTB atas kerjasama Dekan FK Unram dengan RSUD NTB.

“Beliau ini ditugaskan di Rumah Sakit Provinsi sejak tahun 2018 di bidang spesialis bedah plastik kemudian diajukanlah klien saya ini untuk ditugaskan di RSUD NTB itu,” ungkap Yana, Minggu pekan lalu.

Pemberhentian itu bernomor 800/139/RSUP/2023 tentang Pemberhentian Dengan Hormat Dokter Paruh Waktu pada RSUD NTB tertanggal 4 Juli 2023 setelah dokter cantik tersebut diduga menjalin hubungan asmara dengan seorang Direktur RSUD NTB yang dimulai sejak April 2021 hingga akhir tahun 2021.

“Diakan janji mau menikahi tetapi ketika sudah ramai dibicarakan di lingkungan kerjanya. Bukannya dinikahi, dia malah diberhentikan dari jabatannya,” katanya.

Setelah itu lanjutnya, kliennya itu mengajukan upaya administrasi atas pemberhentian tertanggal 7 Juli 2023 dan dibalas tanggal 12 Juli 2023 oleh pihak RSUD NTB. Salah satu alasan pihak RSUD NTB karena sudah ada dokter organik milik RSUD NTB.

“Alasannya sumir. Dalam surat tersebut katanya sudah ada dokter yang menangani khusus di spesialis bedah plastik,” jelasnya.

Atas peristiwa itu, kasus tersebut bakal diadukan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Sore ini juga kita laporkan ke Polda NTB,” ungkapnya.

Awal mula kisah dugaan asmara terlarang itu pun dimulai saat dokter cantik menyampaikan laporan ke ruangannya.

“Di sinilah asal muasal kisah itu dimulai. Ketika ia menemui klien saya. Diduga klien saya ditanya soal yang bersifat pribadi seperti apakah sudah berkeluarga dan hobby. Padahal itu pertanyaan yang gak perlu ditanyakan,” katanya.

Seiring berjalannya waktu, dokter cantik yang masih menyandang status single ini pun diduga diajak keluar di luar jam kerja.

“Saat itu usai berbuka puasa pada bulan puasa 2021. Pada saat masih suasana Covid19. Awalnya klien saya menolak diajak berbuat yang diduga ‘aneh-aneh’ di mobil yang dikendarainya. Di situlah diduga dimulainya niat yang tidak benar itu. Jadi ada hal-hal yang diduga tidak pantas yang terjadi saat itu. Tapi klien saya menolaknya,” terangnya.

Terpisah, Direktur RSUDP NTB, dr Lalu Herman Mahaputra dimintai tanggapannya membantah semua atas tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya salah satunya mengenai pemberhentian Dokter UI tersebut.

Dokter Jack sapaannya ini menjelaskan, Dokter UI itu adalah ASN Unram. Pemberhentian itu katanya atas analisa beban kerja di RSUD NTB.

“Kalau pasiennya nggak ada, gimana efisiensinya. Kita juga terlalu banyak itukan gimana efisiennya. Kita kan sudah punya dokter organik selama ini. Kalau yang lain itu dokter yang diperbantukan. Kalau kemudian dari beban kerja kita itu sudah tidak ideal maka kita kembalikan lagi ke Unram,” jelasnya saat dimintai tanggapannya.

Pihaknya juga membantah keras dugaan menjanjikan untuk menikahi Dokter UI.

“Lucu sekali itu, ngapain saya seperti itu. Saya kan sudah punya istri kok. Nggak lah saya punya keluarga kok. Apa hubungannya (dengan pemberhentian itu),” bantahnya.

Dugaan hubungan asmara yang terjalin dari April 2021 hingga akhir tahun 2021 yang diungkap oleh Dokter UI itu juga dibantah keras oleh mantan Direktur RSUD Kota Mataram itu.

“Silakan saja mau dia ngomong apa silakan saja. Yang jelas kami profesional kok bahwa di situ ada analisa kerja kami di situ. Asmara apa, saya sudah punya keluarga kok nikahin apa ngawur aja,” katanya membantah.

“Biar jelas beritanya saya udah nunjuk pengacara ya teman-teman,” pungkasnya.(jho)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 890

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *