Imbas Sirkuit, TPU di Kuta Dipindah

F makam scaled

FENDI/ RADAR MANDALIKA PINDAH: Warga saat mengangkat tulang belulang berbungkus kain kapan, Jumat lalu.

PRAYA-Salah satu tempat pemakaman umum (TPU) di Montong Dusun Ujung Lauk, Desa Kuta, Kecamatan Pujut dibongkar semua. Ada sekitar 200 makam ini dipindahkan ke jarak 1 kilo meter (km) dari lokasi sebelumnya. Pemindahan dilakukan dampak karena berdekatan dengan lintas sirkuit MotoGP yang tengah dikerjakan, pada Jumat sore pekan lalu.

“Pemindahan ini bentuk komitmen warga kita untuk mendukung kawasan ini,” terang Camat Pujut, Lalu Sungkul.

Sungkul menyebutkan, luas area pemakaman tersebut sekitar 20 are. Lokasi pemindahan makam ke Bukti Siung Ujung Daye dengan luas area 50 are. “Saya minta keikhlasan warga, lokasi yang di sediakan lebih luas dan sudah di ratakan,” katanya.
Camat juga menghimbau agar warga segera menyelesikan proses pemindahan, paling lambat 10 April medatang.
Disisi lain, Ketua majlis ulama Indonesia (MUI) Lombok Tengah, TGH. Mindre Amin memaparkan, bahwa proses pemindahan tersebut sebagai ikhtiar bersama untuk memuliakan orang yang sudah meninggal dunia.
Dia juga menjelaskan, bahwa kemulian alhamruh dan almarhumah akan tergangu jika tetap berada di lokasi tersebut. Menurutnya orang yang datang dan beraktivitas di lokasi itu, nantinya belum tentu memiliki kepercayaan yang sama dengan warga setempat.
“Selama niat kita untuk memuliakan, ini tidak bertentangan dengan agama,” katanya.
Selain itu, dia juga memberikan arahan agar warga melakukan pemindahan dengan hati- hati. Hendaknya dalam pemindahan jika masih berbentuk tulang jangan sampai patah dengan sengaja, jika pun sudah hanya tinggal tanah, maka ambillah tanah tersebut.
” Ambil beberapa genggam tanah yang kita yakini berasal dari tulang,” ungkapnya.

Selain itu, dia juga berpesan agar menghindari sendaguaru dalam proses pemindahan ini. Sebab kita harus memuliakan manusia sejak lahir bahan sampai hanya tersisa tulangnya saja.
“Tetap ikhtiar untuk memperoleh pahala jariah,” ungkapnya.
Pada acara pemindahan secara simbolis tersebut, terdapat dua orang almarhumah yang di pindahkan, yaitu almarhumah Dijah dan nenek Engeh.
Disisi lain, salah seorang warga yang enggan di mediakan namanya menjelaskan, pemakaman tersebut sejak lama sudah tidak digunakan, hal dikarenakan adanya himbauan dari pihak PT ITDC agar pemakaman tersebut tidak diguanakan lagi.

“Sekitar 4 – 5 tahun, sudah tidak digunakan, warga di minta melakukan pemakaman di tempat lain,” ceritanya.(ndi)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Bupati Loteng Serahkan Santunan Jaminan Kematian Kepada Ahli Waris

Read Next

Vaksinasi Massal di LEM Mataram

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *