Ibu Wiwik, Penjual Emas di Pagesangan Mataram

F bok 3 scaled

FOTO PUTRA/RADARMANDALIKA.ID JUALAN: Ibu Wiwik pemilik salah satu toko emas menunjukkan senyumnya.

Sekolah Libur, Anak jadi Karyawan Dadakan

Ibu Wiwik merupakan salah seorang pemilik toko emas di komplek pertokoan emas simpang empat Pagesangan, Mataram. Wiwik banyak menceritakan perjalanan usaha di masa pandemic.

PUTRA-MATARAM

SEKARANG lagi viral di media social, kabar kenaikan harga jual emas. Berita ini ternyata benar. Namun harga emas tidak tetap naik. Melainkan turun naik.

Ibu Wiwik pemilik salah satu toko emas di Pegesangan banyak menceritakan ini kepada wartawan Radarmandalika.id. Perempuan yang sudah 9 tahun bisnis jual beli emas ini menceritakan perjalanan usahanya.

Sebelumnya, Ibu Wiwik berjualan tanpa karyawan yang membantu. Dia hanya dibantu anaknya yang masih sekolah. Secara kebetulan bisa dibantu karena kebetulan sekarang sekolah  tengah menerapkan program belajar via online.

Sementara, soal harga emas turun naik. Harga emas saat ini tembus 950 ribu bahkan lebih per gram, namun turun lagi menjadi 920 ribu hinggs 930 ribu . Kenaikan harga emas sudah mulai dari bulan Juli. Sedangkan untuk emas jenis 22 karat seharga 830 ribu hingga 850 ribu per gram.

“Awal bulan kemarin per gram emas murni tembus hingga 950 ribuan,” ceritanya saat ditemui wartawan media ini.

Dengan harga emas yang turun naik, tidak berdampak kepenjualan, kondisi penjualan emas untuk sekarang masih normal atau masih banyak peminat.

“Untuk penjualan masih normal karena emas bukan kebutuhan sehari-hari,” sebut Wiwik.

Selain harga emas yang naik, kondisi pandemi juga tidak berdampak kepada bisnis emas karena tidak ada imbauan dari pemerintah untuk menutup toko. Walaupun begitu, dengan sendirinya Wiwik tetap menutup tokonya untuk beberapa waktu.

“Kita sempat tutup, tapi daripada tidak ada yang dikerjakan di rumah akhirnya kita buka toko lagi,” tutur Wiwik.

Selain emas, Wiwik yang tinggal di BTN Pepabri ini juga menjual berbagai jenis aksesoris antara lain. Mutiara, perak dan sebagainya.

Wiwik juga menceritakan keresahannya tentang kondisi pandemi ini, khususnya kepada kegiatan pendidikan atau belajar mengajar karena Wiwik memiliki anak yang masih sekolah.

 “Semoga sekolah segera dibuka ya,” harapnya.(*)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Warganet Apresiasi Peluncuran Sepeda Motor Listrik Buatan NTB

Read Next

Mahasiswi Poltekpar Lombok Wakili Indonesia di Ajang Miss SE Asia International

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *