Gawat! 434 Desa di NTB Rawan Bencana

  • Bagikan
F jembatan
JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA TENGGELAM : Jembatan dibangun provinsi tenggelam akibat luapan air di Tebek Kangas Lauk, Desa Kabul, Sabtu pekan lalu.

MATARAM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) NTB mendata ada 434 desa di NTB telah ditetapkan sebagai desa rawan bencana. Atas dasar itu, Pemprov NTB menjadikan desa-desa tersebut sebagai desa tangguh bencana (Destana) yang telah dituangkan dalam program unggulan pemerintah saat ini.

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sahdan mengatakan, jumlah desa di seluruh NTB mencapai 1.150 desa dan kelurahan. Tapi yang masuk kategori desa rawan bencana 434 desa yang ditetapkan sebagai fokus dan program unggulan pemerintah NTB sejak 2018 hingga 2023 mendatang.

“Tahun ini, dari 434 desa rawan bencana, kita sudah membentuk 209 desa tangguh bencana. Sehingga yang tersisa masih sekitar 225 desa dan targetnya tuntas pada tahun 2022,” terang Sahdan, kemarin.

Dijelaskannya, program Destana merupakan  program yang mendorong komunitas masyarakat desa untuk saling bahu-membahu dan gotong royong dal mengantisipasi jika terjadi bencana yang tak diduga-duga baik baik itu bencana alam maupun non alam. Sebab, elemen yang paling dekat dengan bencana adalah masyarakat di desa-desa.

“Kenapa Destana sangat penting, karena menghadapi bencana tidak mungkin dilakukan secara individual tapi harus dilakukan secara kelompok dari warga desa itu sendiri sebelum adanya bantuan pemerintah,” jelasnya.

Sahdan menegaskan, Destana perlu ditingkatkan fungsi dan keterlibatan masyarakat. Karena mengingat hampir di seluruh wilayah di NTB menjadi daerah yang rawan bencana. Terutama bencana banjir, tanah longsor, gempa serta bencana alam lainnya. Misalkan, bencana banjir banyak menyapu masyarakat yang tinggal sekitar bantaran sungai.

“Ada tiga kriteria dalam membentuk Destana yaitu Destana Pratama, Madya dan Utama. Semua tingkatan itu akan diukur melalui 60 indikator salah satu di antaranya adalah SDM, pendanaan dan jumlah penduduk,” jelasnya. (jho)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *