Dua Petugas Puskesmas Sengkol Positif, Tujuh Reaktif

F puskesmas

IST/RADAR MANDALIKA TUTUP: Spanduk pengumuman pelayanan di Puskesmas Sengkol ditutup sementara.

PRAYA-Mulai hari ini (Kamis, red) pelayanan di Puskesmas Sengkol, Kecamatan Pujut ditutup sementara. Pelayanan ditutup dampak dari dua petugas puskesmas terkonfirmasi positif covid-19.

Selain itu, tujuh orang petugas puskesmas juga dikabarkan reaktif setelah hasil swab keluar.

Kepala UPT Puskesmas Sengkol, Bq. Erna Siswati yang dihubungi wartawan Radar Mandalika membenarkan kabar ini. Tindakannya, pihak puskesmas menutup sementara pelayanan dalam rangka mensterilisasi area puskesmas. Erna menjelaskan, penutupan mulai pada tanggal 11 Februari sampai 14 Februari 2021. Tujuannya, untuk memastikan area ini nantinya sudah terbebas dari virus menular tersebut. 

“Karena ada yang positif covid makanya ditutup, yang reaktif rencananya mau di -swab lagi Hari Kamis, karena alat di Dikes rusak,” ceritanya, kemarin.

Erna menambahkan, tenaga kesehatan (Nakes) yang diswab dilakukan berdasarkan setelah adanya keluhan. Dan sekarang bagi yang positif sudah melakukan proses isolasi.

Ia menambahkan, berdasarkan data sementara jumlah pasien reaktif baru teridentifikasi tujuh orang, namun pihaknya akan terus melakukan Contact Treacing terhadap Nakes maupun masyarakat yang sempat melakukan kontak dengan yang bersangkutan.

Selain itu, Erna mengimbau masyarakat untuk tetap mentaati protokol kesehatan yang ada. Ia menyanyangkan sikap wagra yang acuh terhadap kondisi pandemi covid-19.

“Kita sudah terlalu sering menyarankan supaya menggunakan masker, namun masyarakat seolah- olah tidak percaya. Bahkan kita libatkan pihak kepolisisan dan Babinsa,”  ceritanya lagi.

Sementara itu, Kepala Desa Sengkol, Satria Wijaya juga menghimbau masyarakat agar selalu waspada dan menerapkan protokol kesehatan seperti, menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker.

“3M harus diikuti, untuk sementara waktu agar diam di rumah dan jauhi kerumunan,” pesannya.

Kades berpesan juga agar  acara pernikahan pada masa pandemi ini tidak dilakukan dengan kerumunan yang besar, dengan mengadakan acara- acara serimonial. Menurutnya harus disiasati dengan cara cukup melaksanakan kegiatan Ajikrame, demi terhindar dari covid-19. (ndi)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Kinerja Satgas Covid-19 di Loteng Dikeluhkan

Read Next

WALHI NTB Sebut Program Zero Waste Tak Ada Hasil

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *