LOBAR—Langkah cepat dilakukan Dinas Perdagangan (Disdag) mengatasi permasalahan lonjakan harga semen yang langka. Surat edaran (SE) dikeluarkan dinas untuk distributor, toko, dan pengecer agar tidak menaikkan harga semen dari harga normalnya. Hal ini untuk mencegah oknum nakal yang diduga melakukan penimbunan maupun menjual harga di atas normal. Pasalnya, di tingkat distributor harganya tetap normal kendati semen dalam kondisi langka.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Lobar, H.M. Adnan, mengatakan SE ke toko dan pengecer semen segera dibuat agar tidak ada praktik penimbunan dan menaikkan harga di tengah kondisi kelangkaan bahan material tersebut.
“SE kita siapkan agar toko dan pengecer tetap menjual dengan harga normal,” jelas Adnan, Selasa (29/9).
Tidak hanya itu, pihaknya juga menyurati distributor semen di Lobar untuk mengatur pembagian pasokan semen secara merata kepada toko dan pengecer. Lebih khusus juga memprioritaskan kepada kontraktor rekanan Pemkab Lobar yang sedang mengerjakan proyek fisik daerah.
“Sehingga tidak terjadi kemacetan proyek fisik ini,” ujarnya.
Dari hasil pemantauan Disdag Lobar ke distributor besar di Lobar, salah satunya Bosowa, tetap menjual sesuai harga standar resmi sekitar Rp59—60 ribu per sak. Namun, setelah pihaknya turun mengecek di tingkat toko maupun pengecer, harga melonjak menjadi kisaran Rp80—85 ribu per sak.
“Ini hasil survei kami kemarin di beberapa toko,” ungkapnya.
Melalui SE itu, Disdag mengharapkan para pengecer maupun toko bangunan tetap menjual sesuai harga normal agar tidak terjadi panic buying. Sebab, dijelaskan Adnan, kondisi kelangkaan ini diakibatkan terhambatnya pasokan bahan bakar untuk produksi semen itu. Salah satunya dampak penutupan Selat Hormuz buntut ketegangan Iran dan Amerika Serikat yang membuat distribusi solar murni terhambat. Ditambah lagi dengan mengeringnya sungai di Kalimantan yang menjadi jalur pengangkut batubara akibat dampak kemarau.
“Itu makanya yang ke daerah (pasokan) berkurang,” jelasnya.
Sementara itu, Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Lombok Barat (Lobar) menyambut baik langkah Disdag Lobar. Bendahara Gapensi Lobar, Toni Kuswandi, mengaku sebelumnya sudah menyampaikan saran agar adanya SE itu demi menekan lonjakan harga di tengah kelangkaan semen ini.
“Jangan sampai dengan keadaan semen langka ini dimanfaatkan oknum pengecer untuk menaikkan harga,” tegasnya.
Menurutnya, kondisi saat ini rentan dimanfaatkan oleh oknum pengecer nakal untuk menaikkan harga. Sehingga dengan SE itu diharapkan para pengecer maupun toko tetap mengikuti harga standar distributor.
“Kalau ada SE itu, toko (pengecer) ini takut menaikkan harga. Boleh-boleh saja menaikkan, tapi yang wajar. Tapi ini jauh signifikan, sampai ada anggota kami membeli Rp80 sampai Rp95 ribu per sak,” keluhnya. (Win)

