JAYADI/RADAR MANDALIKA SUMPAH: Bupati Loteng, HL. Pathul Bahri saat melantik Direktur RSUD Praya, Mamang Bagiansah, tadi malam.

PRAYA – Direktur RSUD Praya, Mamang Bagiansah usai dilantik tadi malam berjanji tidak akan menolak pasien. Seperti yang menimpa balita 4 bulan asal Desa Aik Berik dan meninggal dunia.

“Sebenarnya tidak ada penolakan, Cuma banyak yang beranggapan itu ditolak. Tapi yang jelas tidak aka nada lagi penolakan,” tegasnya di hadapan media.

Untuk itu ke depan siapapun pasien harus diterima. Saat ini katanya, kondisi di dalam RSUD Praya pasca kasus kemarin memang membutuhkan perbaikan dari segi pelayanan. Nantinya, perawat bahkan dokter harus murah senyum dan memberikan rasa nyaman kepada pasien.

“Kalau dibantu banyak orang Insyaallah yang berat akan jadi ringan.  Rumah sakit harus berubah dalam memberikan pelayanan,” katanya.

Intinya setelah dilantik, dokter Mamang akan melakukan pembenahan dan kerja. Selain itu, pegawai di RSUD Praya juga harus meyakini kepada pasien bahwa rumah sakit tempat orang berobat aman dan nyaman. Tidak hanya itu, Ketua IDI Lombok Tengah itu juga berjanji akan memperhatikan kesejahteraan pegawai di dalam.

“Kalau pendapatan RSUD besar maka itu pasti akan berdampak kepada mereka,” jelasnya.

 

 

Dokter Mamang mengakui, RSUD Praya membutuhkan pemimpin yang tegas. Misalnya, ada kesalahan dilakukan pegawai maka harus ditindak jika terbukti salah.

“Sebaliknya kalau ada yang berprestasi harus diberikan penghargaan,” sebutnya.

Sementara isu berkembang adanya pelayanan diberikan ketika ada orang di dalam RSUD Praya. menurutnya itu tidak boleh terjadi. Semua pasien harus dilayani sama.

“Tapi hebatnya, RSUD Praya kita ini ada pernah pasien belum urus administrasi sudah dilakukan operasi, sekalipun rumah sakit rugi,” ungkapnya.

 

 

Selanjutnya soal badan layanan umum daerah (BLUD) RSUD Praya, selama ini dirinya tidak tahu detail soal kondisinya. Namun setelah amanah ini diberikan, maka pihaknya akan memulai melakukan perubahan. Termasuk akan lebih terbuka ke public. Sementara disinggung kasus yang melilit mantan Direktur RSUD Praya, Muzakir Langkir menurutnya terjadi persoalan pengelolaan.

“Ini juga akan kami lakukan perbaikan,” janjinya.

Sementara, Bupati Lombok Tengah HL. Pathul Bahri saat melantik dokter Mamang menaruh harapan agar lebih baik lagi di RSUD Praya. Apalagi, belum lama ini ada banyak persoalan mencuat ke permukaan.

“Saya yakin kepada pak direktur dan menaru harapan bisa melakukan perbaikan, bagaimana rumah sakit ini tempat nyaman bagi pasien,” kata bupati.(red/jay)

 

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 362

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *