Digerebek Polisi, Pengedar Sabu Pingsan di Lotim

  • Bagikan
F MERINGKUK
MUHAMAD RIFA'I / RADAR MANDALIKA MERINGKUK: Terduga pengedar narkoba yang juga residivis pencurian.

 

LOTIM – Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Lombok Timur (Lotim), berhasil menangkap terduga pengedar narkoba jenis sabu. Terduga pengedar ini, sempat pingsan saat Barang Bukti (BB) berhasil ditemukan Polisi, ketika digerebek di rumahnya di Dusun Sengenit Desa Suradadi Kecamatan Terara Lotim, sekitar pukul 17.00 Wita, (17/5) lalu.

Terduga pengedar yang juga kerap beraksi melakukan pencurian di wilayah hukum Polres Lotim ini berinisial SI 52 tahun, asal Dusun Sengenit Desa Suradadi Kecamatan Terara Lotim. Pada awak media, SI mengaku baru kali pertama mencoba menjual barang terlarang itu. Alasannya tidak lain karena ekonomi dengan kebutuhan yang banyak. Aktivitas jual beli ini dibantah telah dilakukan sejak lama, melainkan hanya baru beberapa bulan saja.

Barang itu disebutnya diperoleh dari iparnya di Malaysia. Namun yang mengantar barang haram itu sehingga sampai di tangannya, ia mengaku tidak mengenalnya.

“Karena desakan ekonomi saya melakukan ini. Awalnya saya minjam uang sama saudara tapi tidak dikasih. Di sana saya ditawarkan menjual sabu dengan upah di atas Rp 1 juta,” akunya.

“Barang ini belum sempat saya jual, duluan ketahuan Polisi. Makanya saya pingsan, karena sabu ini ditemukan polisi,” tambah SI dengan santai.

Kepala Satuan Resnarkoba Polres Lotim, AKP I Gusti Ngurah Bagus Suputra, di ruang kerjanya kemarin menjelaskan, terduga pelaku pengedar ini, berhasil ditangkap tim opsnal yang dipimpin KBO Sat Resnarkoba, setelah dilakukan penyelidikan mendalam atas informasi yang diterima dari masyarakat. Ketika melakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak tujuh poket dengan berat bruto 7,72 gram. Setelah ditimbang di Pegadaian, berat bersih sabu tersebut sebanyak 6,35 gram. Barang bukti lainnya, dua buah timbangan digital, tiga bungkus plastik klip yang disimpan di lubang pembakaran oven tembakau yang terletak di belakang rumahnya.

“Begitu barang bukti sabu kami dapat, tersangka sempat pingsan,” tegasnya.

Berbekal berbagai jenis barang bukti itu, SI kemudian diborgol dan digelandang ke Mapolres Lotim, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Setiba Mapolres dan dilakukan tes urine, SI dinyatakan positif narkoba. Sehingga hal itu juga membuatnya semakin tidak bisa mengelak. Akibat perbuatannya, SI dijerat dengan pasal 114 ayat 2 dan 112 ayat 2 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman minimal 5 tahun penjara.

“Hasil pemeriksaan mendalam kami, rupanya tersangka ini sudah lima kali masuk penjara dengan kasus pencurian dengan pemberatan dan pencurian dengan kekerasan. Dia baru keluar dari penjara sekitar beberapa bulan lalu,” ucap Suputra.

Pada kesempatan itu, ia mengimbau masyarakat tetap mengawasi keluarganya agar tidak terjerumus dalam bahaya narkoba. Apalagi, narkoba ini tidak mengenal usia dan tempat tinggal.

“Ayo kita sama-sama perangi peredaran narkoba diwilayah Lombok Timur. Jangan sampai, keluarga atau generasi kita rusak oleh barang haram ini,” serunya. (fa’i/r3)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *