Data Penerima Bantuan di Mataram Tumpang Tindih

F AaJPS Kota scaled

RAZAK/RADAR MANDALIKA BANTUAN: Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh meninjau 5 ribu paket sembako JPS Kota Mataram yang sudah tersalurkan kepada masyarakat di halaman Pendopo Wali Kota Mataram, belum lama ini.

MATARAM – Data penerima bantuan di Kota Mataram masih tumpang tindih. Pemkot Mataram masih melakukan verifikasi dan validasi (verval) data penerima bantuan. Ini menjaga agar jangan sampai ada data warga yang dobel. Artinya, masuk dalam bantuan pusat, Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang NTB maupun masuk di JPS Kota Mataram.

Asisten II Setda Kota Mataram, H Mahmuddin Tura, mengungkapkan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) dan Dinas Sosial Kota Mataram masih mengolah atau memvalidasi data di luar Basis Data Terpadu (BDT). Karena bisa berpotensi menimbulkan persoalan di lapangan. Alhasil, kurang lebih ada 8 ribu kepala keluarga (KK) masih dalam tahap verifikasi dan validasi (verval) data.

Kata dia, ribuan data warga calon penerima bantuan itu diperoleh berdasarkan usulan dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Karena, mereka benar-benar dinilai berhak mendapat bantuan di tengah pandemi. Lantaran terkena dampak ekonomi akibat wabah virus corona. Seperti perempuan rawan sosial yang bersumber dari data Dinas Sosial Kota Mataram.

“Ini yang masih kita periksa lagi supaya jangan ada tumpang tindih data. Maksudnya, ada warga yang terima dari bantuan pusat, terima juga dari JPS Provinsi NTB, terima juga dari JPS Kota Mataram. Ini yang tidak kita inginkan,” terang dia, kemarin.

Kata Mahmuddin, pihaknya juga tetap memikirkan data anomali. Karenanya, pemerintah kecamatan dan kelurahan diminta untuk mendata warga yang belum terakomodir dalam pendataan sebelumnya. Warga yang didata tentu berdasarkan kategori atau komponen yang dianggap layak menerima bantuan JPS Kota Mataram yang telah ditetapkan.

“Pak Wali telah memerintahkan ke Pak Camat bersama Lurah untuk melakukan pendataan kepada warganya yang memang belum menerima apa-apa dan dilihat kondisinya berhak menerima bantuan. Itu akan didata oleh camat dan lurah,” terang dia.

Menyinggung jumlah data anomali yang sudah terkumpul. Mahmuddin mengaku sama sekali belum memegang data tersebut. Lantaran petugas di lapangan masih melakukan proses pendataan. Untuk memastikan warga yang dinilai layak mendapat bantuan di tengah pandemi. “Belum ada datanya. Sampai sekarang belum ada masuk,” kata dia.

Pemkot Mataram berencana akan membantu 26 ribu KK melalui JPS Kota Mataram dalam bentuk paket sambako. Bantuan ini akan diberikan selama enam bulan, mulai April sampai September 2020. Penerima bantuan ini adalah warga yang di luar data BDT yang berjumlah 42 ribu KK, yaitu penerima bantuan pusat dan JPS Gemilang NTB.

Namun kata Mahmuddin, data penerima JPS Kota Mataram yang baru terkumpul hanya 24 ribu KK. Masih tersisa 2 ribu data penerima bantuan yang harus dikumpulkan. Belakangan, dari data 24 ribu KK tersebut, sebanyak 6 ribu KK diantaranya disebut masuk dalam data BDT atau penerima bantuan pemerintah pusat dan JPS Gemilang NTB.

“Target kita Bulan April kan habis 26 ribu. Ternyata nggak bisa habis 26 ribu karena sudah ada 6 ribu sekian terbantu oleh pemerintah provinsi dan pusat,” ungkap dia.

“Setelah dijumlahkan, sudah ada 6 ribu lebih yang diluar BDT. Sedangkan data kita tadi yang sudah masuk baru 24 ribu KK. 24 ribu sekian dikurangi 6 ribu berarti 18 ribu yang siap menerima bantuan dari JPS Kota Mataram. Belum termasuk data anomali,” jelas Mahmuddin.

Dari target minimal 18 ribu KK, sebanyak 9 ribu paket sambako atau KK yang sudah dibagikan ke masyarakat untuk tahap pertama pada April. Artinya, masih tersisa sekitar 9 ribu paket sembako JPS Kota Mataram yang belum tersalurkan. Karena ada persoalan data di lapangan.

“Sisanya mudah-mudahan bisa klop data. Perintah Pak Wali sebelum minggu ini kita akan menempel pengumumkan data per masing-masing kelurahan setelah klir. Dan, anomali itu nanti belakangan lagi. Supaya jangan kita ribet dengan data yang dulu ada,” terang Mahmuddin.

Bantaun paket sambako masih sengaja ditahan. Bantuan JPS Kota Mataram akan disalurkan lagi setelah data penerima rampung. Dalam arti, tidak ada lagi data tumpang tindih. “Makanya dropannya masih bertahap. Barang kita tahan ini sebenarnya. Barang ada, cuman kita ndak mau drop kalau belum klir di lapangan,” beber Mahmuddin.

Pemkot Mataram masih terus mengolah data penerima bantuan. Sehingga, sisa 9 ribu paket bantuan yang belum tersalurkan untuk tahap pertama pada April ini bisa tersalurkan dan tepat sasaran. “Mudah-mudahan awal Mei sudah klir. Kalau tahap pertma ini sudah lancar, tahap berikutnya ndak ada masalah,” harap dia. (zak)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Ketua Pengadilan Tinggi NTB Silaturrahmi ke Gubernur

Read Next

Pesta Sabu di Dalam Rumah Mewah, Empat Orang Ditangkap

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *