Dari Pemakaman TGH Fakhruddin, Pendiri Ponpes Subulussalam Gerunung

F bok 1

DIKI WAHYUDI/RADAR MANDALIKA SELAMAT JALAN: Sejumlah petugas menggunakan APD lengkap saat membawa peti jenazah ke lokasi pemakaman, Minggu sore kemarin.

Tangisan Jamaah Sampai Pemimpin Doa

Pendiri yayasan pondok pesantren (Ponpes) Subulussalam Gerunung, TGH Fakhruddin tutup usia. Almarhum meninggal dunia pada usia 50 tahun di RSUD Praya Minggu sekitar pukul 03.15 Wita dinihari.

DIKI WAHYUDI-LOMBOK TENGAH

MINGGU pagi kemarin semua dikejutkan dengan kabar duka. Banyak tidak percaya akan berita ini. Informasi pertama muncul di media social. Demikian juga di sejumlah group wa.
Paginya, usai salat subuh berlangsung di masjid dan musala di Lombok Tengah. Mulai terdengar dari corong pengeras suara kabar duka ini dibaca. Warga yang jarang aktif di media social juga terkejut. Lebih khusus lagi para jamaah pengajian yang selama ini dipimpin almarhum TGH TGH Fakhruddin.
Informasi yang diterima Radar Mandalika, almarhum yang pernah menuntut ilmu di Mesir dikabarkan terpapar covid-19. Tuan guru satu ini, beberapa hari mendapatkan perawatan serius di rumah sakit. Terakhir banyak warganet memosting jika almarhum sedang membutuhkan donor plasma darah. Namun Allah berkehendak lain.
Sementara, Minggu sore usai bakda salat asar almarhum dimakamkan di halaman ponpes yang didirikannya di wilayah Kelurahan Gerunung, Kecamatan Praya Lombok Tengah.
Jamaah yang hadir dan menyaksikan proses pemakaman begitu padat. Demikian juga dari mulainya salat jenazah di musala ponpes. Beberapa gelombang salat jenazah dilakukan. Namun dalam pemakaman sang tuan guru ini, dilakukan dengan menerapkan pemakaman sesuai standar covid-19. Petugas yang memasukan ke dalam liang lahat petugas khusus yang mengenakan alat pelindung diri (APD). Meninggalnya almarhum TGH Fakhruddin, bertepatan dengan 5 Muharram.
Di lokasi pemakaman, jamaah berdesakan sampai depan jalan raya. Arus kendaraan di jalan raya pun macet sampai selsai proses pemakaman salah satu komisioner Baznas Lombok Tengah itu.
Sementara, adapun yang memimpin proses pemakaman TGH Mak’rif yang juga petinggi Baznas Lombok Tengah. Pembacaan talkin dipimpin TGH Muhamad Said, doa oleh TGH L Saman Misbah, Takziah dipimpin TGH L Mushin Muktar tuan guru yang merupakan perwakilan dari alumni Forum Timur Tengah.
“Mari kita bersyukur atas kesehatan diberikan dan diberikan kesempatan kepada kita semua mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhir,” kata TGH L Mushin Muktar.
Pria jebolan Mesir ini berpesan, bagi keluarga agar bersabar atas musibah ini. Menurut dia, banyak orang meninggal dunia di rumah sakit, puskesmas. Demikian juga banyak orang meninggal saat berada di rumahnya.
“Karena kematian ini tidak menentukan tempat. Hanya Allah yang tau,” ujarnya.
Sebelumnya kata TGH L Mushin Muktar, belum lama ini sebelum covid-19, dirinya sempat tertawa lepas dengan almarhum, dan sekarang hanya bisa ucapkan inalillahiwainaila hirojiun.
Dia menceritakan, almarhum dari kecil menghabiskan waktu di pondok. Beliu mencari ilmu sampai harus ke Mesir. Bahkan yang membanggakan, almarhum sudah berhasil mendirikan ponpes sebagai salah satu tempat mensiarkan agama Islam.
“Anak-anak beliau ada yang khatam 30 juz. Allah memiliki caranya sendiri. Beliau dipanggil saat menjadi pejuang di pondok pesantren, beliau kita kenal orang sangat penyabar dan pandai bergaul,” sebutnya.
Sementara, saat pembacaan doa yang dipimpin TGH L Saman Misbah. Diakhir pembacaan doa, tuan guru satu ini sempat menangis. Jamaah pun menyambut tangis pemimpin doa.(*)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

5 Juta Vaksin Tiba di Tanah Air

Read Next

Air Terjun Babak Pelangi Lantan Makan Korban

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *