banner 300x600

DAM Mujur Hanya “Jualan Politik” Pemuda Lelong Tolak Pembangunan

  • Bagikan
f bendungan
IST/RADARMANDALIKA.ID BENDUNGAN: Seorang berdiri di tengah genangan air yang menghubungkan Dam Mujur kedepannya.

PRAYA – Forum Pemuda Lelong Desa Kelebuh, Kecamatan Praya Tengah menolak dengan tegas pembangunan DAM Mujur. Penolakan ini buntut dari kekecewaan masyarakat kepada pemerintah maupun para elit yang cenderung memanfaatkan isu pembangunan DAM Mujur sebagai komoditas politik. Namun tidak berani mengambil sikap untuk memastikan nasib warga yang terdampak pembangunan DAM tersebut nantinya.
“Rencana ini dimulai dari tahun 1969 sampai sekarang, apalagi musim kampanye, termasuk Gubernur Zulkieflimansyah dalam program 100 hari kerja. DAM Mujur hanya sebagai jualan politik,” kesal Yopa Gunsti Putra, perwakilan pemuda saat dikonfirmasi Radar Mandalika, kemarin.
Selain itu, menurut dia, sejauh ini orang nomor satu di Kabupaten Lombok tengah dan juga NTB tidak pernah berani turun dan mengambil sikap terhadap masyarakat yang terdampak. Sehingga dia mengklaim program tersebut sebagai proyek main- main.
Menurutnya, banyak dampak yang akan dirasakan masyarakat atas pembangunan DAM Mujur tesebut mulai dari fasilitas publik. Seperti masjid dengan jumlah empat unit dengan lantai dua akan terdampak, dua yayasan pondok pesantren juga akan terdampak, sebanyak 2500 masyarakat juga ikut terdampak serta pemukiman mereka harus direlokasi, juga lahan produktif seluas 200 hektare.
“Dari kesemuanya, ganti rugi, relokasi, dan siapa yang bertanggung jawab. Berani tidak orang nomor satu Lombok Tengah pasang badan, sampai detik ini belum bisa dijawab,” kesalnya lagi.
Dia juga mengklaim sejauh ini pendekatan yang dilakukan oleh pemerintah Loteng kepada masyarakat seperti pendekatan zaman kononial. Dimana masyarakat dikotak- kotakkan dan siap di adu domba satu dengan lainnya.
Dia menegaskan, atas nama masyarakat yang terdampak pembangunan DAM Mujur mengambil sikap tidak hanya menolak namun juga menolak komunikasi dengan siapapun berkaitan dengan pembangunan DAM tersebut.
“Atas nama masyarakat terdampak tidak hanya menolak pembangunan DAM Mujur, tetapi kami juga menolak komunikasi dengan siapa pun terkiat. Baik Pemda, Pemprov bahkan DPR RI sekalipun,” tegasnya.
Adapun desa yang terdampak pembangunan DAM Mujur yakni Desa Mujur, Desa Sukaraja, Desa Sengkerang, Desa Kelebuh, Desa Loang Maka, Desa Langko dan Desa Persiapan Lelong yang dinilai notabenenya paling terdampak. (ndi)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *