H Fauzan Khalid (Dok/Radar Mandalika)

LOBAR—Bupati Lombok Barat (Lobar) H Fauzan Khalid akhirnya memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (26/6). Setelah ia mangkir atas panggilan pertama Kejati Selasa (20/6) lalu karena alasan sedang berada di luar daerah. Bupati Lobar diperiksa terkait dugaan korupsi PT Air Minum Giri Menang (AMGM) yang dilaporkan perwakilan masyarakat.

Kasi Penerangan Hukum Kejati NTB Efrien Saputera membenarkan adanya pemeriksaan Bupati Lobar Fauzan Khalid. Orang nomor satu di Lobar itu diperiksa sekitar dua jam lamanya.

“Benar, Bupati Lombok Barat diperiksa hari ini (kemarin). Tadi jam 10.00 tiba sampai sekitar pukul 12.00 Wita,” jawabnya.

Pemanggilan Bupati Lobar itu, dikatakan Efrin merupakan panggilan kedua setelah yang bersangkutan mangkir pengilan pertama. Hampir sama dengan Walikota Mataram, Fauzan ditanyai terkait penyertaan modal perusahaan air minum daerah milik bersama antara Pemkab Lobar dan Mataram tersebut.

Selama pemeriksaan Fauzan menanggapi santai soal materi pemeriksaan dugaan korupsi PT AMGM tersebut.

H Fauzan Khalid mengaku dirinya hanya diperiksa terkait penyertaan modal terhadap perusahaan air minum daerah tersebut oleh penyidik.

“Seputar itu. Ditanya soal penyertaan modal PDAM saja,” ujarnya.

Menurut Fauzan, dirinya telah menjelaskan semua penyertaan modal PDAM kepada penyidik kejaksaan. Termasuk penerima deviden tiap tahun dari PDAM ke Pemda Lombok Barat.

“Untuk program fisik dan non fisik, saya tidak ditanya secara teknis. Saya jawab umum saja soal penyertaan modal saja,” pungkasnya.

Sebelumnya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Pemantauan Kinerja Aparatur Negara (Gempur) NTB melaporkan sejumlah dugaan korupsi di PT AM Giri Menang ke Kejati NTB. Pada laporan itu ada beberapa proyek di PT AM Giri Menang yang disebut bermasalah, seperti proyek instalasi sumber dan instalasi gedung. Penyidik Kejati NTB juga telah memeriksa Wali Kota Mataram Mohan Roliskana dan Dirut PDAM Lalu Ahmad Zaini. Ketiga pejabat negara ini diperiksa kaitan dengan pelaporan dugaan korupsi pengerjaan pemasangan pagar panel beton di WTP Sembung dan pengadaan sumur di 10 titik di Lombok Barat. Selain itu, pekerjaan instalasi bangunan dan gedung, yakni pembangunan gedung peralatan produksi, pembangunan gedung garam, pembangunan ruang seksi baca, pembangunan gedung Kantor Cabang Narmada tahap I dan II, serta pembuatan interior ruang pelayanan kantor Narmada. (win)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 867

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *