BMKG Prediksi Hari Pencoblosan Hujan dan Angin Kencang

F ilustrasi

Ilustrasi

PRAYA – Warga Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) patut waspada. Prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa pada hari pencoblosan, 9 Desember 2020 akan ada terjadi hujan besar disertai angin kencang.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng, Murdi dalam rapat bersama jajaran Forkopimda pekan lalu di kantor bupati mengungkapkan. Masa transisi musim dari musim kemarau ke musim penghujan merupakan musim ekstrim yakni, akan banyaknya bahaya dan musibah yang bisa terjadi.  Misalnya, musibah banjir, pohon tumbang, tanah longsor bahkan rumah roboh. Namun hal tersebut merupakan lumrah dan menjadi atensi besar setiap tahun pemerintah daerah maupun masyarakat umum.

“Ketika lagi hujan ya semua waspada, seringkali saya ingatkan, jangan suka nekat berpergian,” pesannya.

BPBD terus menekankan masyarakat untuk terus memantau situs BMKG, diaman semua informasi bisa diakses secara terbuka.

Katanya, potensi kerawanan bencana pihaknya menyebutkan berada di di Kecamatan Batukliang Utara di tiga titik dan dua desa, namun telah diinformasikan.

“Kalau air genangan di KEK Mandalika itu merupakan pergeseran air hulu ke hilir dan aliran drainase  saja,” katanya saat dikonfirmasi lagi.

Namun dalam pembahasan progres kesiapan pilkada, BPBD menyatakan kewaspadaan yang harus ekstra mengingat cuaca yang kurang bersahabat dan bahan baku penyelenggaraan pemilu yang tidak tahan terhadap air.

“Prediksi 9 Desember besok berdasarkan informasi dari BMKG akan terjadi hujan lebat dan disertai angina kencang,” bebernya.

Sementara itu, Ketua KPU Loteng, L Darmawan menyampaikan, pihaknya telah melakukan pengamanan ekstra dalam menjaga keutuhan kertas surat suara secara maksimal dan optimis akan kondusif .

“Kami lakukan pembungkusan kotak surat suara, surat suara yang ada di dalamnya juga miliki bungkusan plastik yang akan mengantisipasi basah,” kata Darmawan di lokasi rapat. (tim)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

131 KPM PKH di Mataram Mengundurkan Diri

Read Next

Dikira Boneka, Tau-taunya Mayat Nenek Tua

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *