BERBINCANG: Wali Kota Mataram, h Mohan Roliskana (kanan) tampak berbincang dengan Kepala BI Provinsi NTB, Heru Saptaji, di ruang tamu Wali Kota Mataram, Kamis (13/4).(DISKOMINFO KOTA MATARAM/RADAR MANDALIKA)

MATARAM – Inflasi yang rendah dan stabil merupakan prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan, yang pada akhirnya memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pentingnya pengendalian inflasi didasarkan dari dampak negatif kepada kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Dalam upaya optimalisasi pengendalian inflasi di Nusa Tenggara Barat (NTB), Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB, Heru Saptaji, mendorong akselerasi sinergitas antar daerah melalui penandatanganan Mou kerjasama antar daerah, sebagai upaya penguatan inisiasi dalam mendukung ketersediaan pasokan pangan dengan meng-address permasalahan commodity flight yang selama ini masih sering terjadi di sejumlah sentra utama NTB.

“ Kami berharap dengan Penandatanganan Mou kerja sama antar daerah ini khususnya Kota Mataram dengan Kabupaten Lombok Tengah menjadi solusi terbaik dalam pengendalian Inflasi serta mempererat sinergitas antar daerah tersebut,” ujar Heru saat bertandang ke ruang tamu Wali Kota Mataram, kemarin (13/4).

Kegiatan penandatanganan MoU kerjasama antar daerah ini, akan dilaksanakan bersamaan dengan rangkaian kegiatan Kick off Implementasi Digital Farming pada Klaster Pangan binaan Bank Indonesia, yang bertempat di Klaster Sapu padi Padi, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, hari ini Jumat (14/4)

Kota Mataram selaku ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat, memiliki bobot Inflasi atau Nilai konsumsi relatif dominan dibandingkan daerah lain, hingga menyebabkan kebutuhan pasokan pangan sangatlah penting. Ketersediaan pangan menjadi suatu keharusan, agar tidak terjadi kelangkaan yang bisa menyebabkan inflasi.

BI mendorong penguatan inisiasi dengan mengakselerasi pelaksanaan kerjasama antara daerah sentra produksi pertanian dengan Kota Mataram. Adapun daerah sentra yang dapat dijajaki salah satunya adalah Kabupaten Lombok Tengah yang merupakan produsen padi terbesar di Provinsi NTB.

“Ini merupakan salah satu upaya memitigasi transmisi dari kenaikan harga komoditas global maupun risiko domestik. Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah maupun Bank Indonesia harus terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga pencapaian inflasi tetap terkendali,” ucap pria jebolan Universitas Gajah Mada ini.

Sinergi dan Inovasi untuk menjaga ketahanan pangan adalah pengejawantahan filosofi luhur bekerja bersama, silih asih (saling peduli), silih asah (saling belajar) dan silih asuh (saling membimbing) demi kesejahteraan rakyat. Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana menyambut baik gerakan bersama ini.

“Insya Allah Kami akan hadir, karena ini sebagai bentuk sinergitas Kota Mataram dalam pengendalian inflasi di NTB. Semoga dengan kerja sama yang di rencanakan ini, ke depannya akan semakin solid antar Daerah dalam pengendalian Inflasi, serta untuk mendukung ketersediaan pasokan pangan di NTB khususnya di Kota Mataram yang kami cintai ini,” ungkap orang nomor satu di Kota Mataram ini.(red)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 392

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *