Berita Penculikan Anak Bikin Resahkan di Lobar

HOAX

hoax

LOBAR–Kembali lagi berita bohong (hoax) kembali membuat masyarakat Lombok Barat (Lobar) khusunya Gerung resah. Pasalnya, beredar informasi waspada penculikan anak. Bahkan informasi sudah beredar dimedia sosial dikawasan Gerung sekitarnya. Sontak saja hal itu membuat para orang tua menjadi resah.

Dalam broadcast yang disebar itu membuat kronologi informasi dugaan penculikan yang sudah terjadi di depan SDN 1 Gerung Lobar, sabtu(22/2) siang. Tiga orang siswa setempat pun dibilang menjadi korbanya. Pelaku diduga menggunakan Hipnotis dengan pemberian Permen gratis mengandung toxic. Lalu menyeret, menutup mata korban dengan memasukan kedalam Mobil.

Tidak hanya itu saja, informasi yang belum jelas kebenarnnya itu, bahkan menyeret pihak sekolah. Lantaran menyebutkan jika sumber informasi itu berasal dari chat Group SDN 1 Gerung. Bahkan imbauan itu ditujukan kepada wali murid dari kepala sekolah dan guru sesuai Screen Chat WA.

Sontak saja dimedia sosial permintaan kepada Kepolisian, Satpol PP dan Stake Holder terkait untuk mengcros cek langsung pihak guru SDN 1 Gerung guna upaya tindak lanjut Cegah Tangkal. Permintaan untuk intelejen khususnya diwilayah hukum kecamatan gerung dan lainnya. Mengingat pola pembagian permen gratis diduga mengandung toxcic dan adiktif oleh orang tak dikenal kepada anak-anak kecil sering terjadi.

Menangapi informasi itu, Kapolsek Gerung, Iptu Syaripuddin Zohri yang dikonfirmasi tegas mengatakan jika kabar itu tidak benar alias Hoax.  Bahkan pihaknya sudah melakukan klarifikasi langsung kepada pihak SDN 1 Gerung.

“Kita mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi broadcast yang tidak benar itu,” tegasnya.

Pihaknya kini tengah mengusut dugaan penyebar berita bohong atau hoaks tersebut. (win)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Komitmen Kembalikan Kejayaan Senggigi

Read Next

KMC Berhasil Sedot Perhatian Banyak Pihak

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *