Bentrok, Mahasiswa Asal Bima dan Warga Karang Pule Berdamai

F damai

IST/RADAR MANDALIKA DIPERTEMUKAN: Pihak kepolisian saat mempertemukan dua kelompok yang sempat terlibat bentrok di Polsek Ampenan, Sabtu kemarin.

MATARAM – Satuan Reskrim Polresta Mataram bersama anggota Reskrim Polsek Ampenan bertindak cepat mengatasi permasalahan yang terjadi di wilayah hukumnya. Dipimpin Kasat Reskrim Polresta Mataram berhasil mendamaikan dua kelompok yang sempat terlibat bentrok di Lingkungan Karang Pule, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Sabtu (03/10).

Dalam jumpa pers, Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa mengatakan sudah dilakukan perdamaian di Polsek Ampenan (03/10) sekitar pukul 20:40 Wita. Kasat menerangkan, peristiwa yang terjadi antara kedua kelompok yakni mahasiswa asal Bima dengan penjaga kos yang merupakan warga Karang Pule, murni karena salah faham.

Diceritakan awal mula kejadian ini, dimana salah seorang mahasiswa (asal Bima) yang kebetulan ngekos di Wilayah Karang Pule kehilangan sebuah Laptop di kamarnya, namun karena keterangan atau informasi yang diterima-nya tidak terlalu jelas sehingga mahasiswa yang kebetulan berasal dari pulau seberang (Bima) ini mengeluarkan kata-kata yang mungkin tidak terkontrol, sehingga membuat orang lain yang berada di sekitar itu tersinggung khususnya penjaga kos.
“Bener pemicu-nya laptop yang hilang,” ceritanya.

Lanjut Kadek, akibat peristiwa itu memang sempat terjadi kejar kejaran antara kedua kelompok yang mengakibatkan salah seorang terkena lemparan batu dan mengakibatkan luka kecil di bagian kepala, sehingga sempat memanas. Namun kejadian tersebut dapat diamankan oleh anggota piket yang memang datang ke TKP dalam waktu yang tepat, dan ketegangan tidak berlangsung lama.
“Kami segera ke TKP saat menerima informasi,” katanya.

Dengan disaksikan Kepala Lingkungan dari TKP, Kapolsek Ampenan, Kasat Reskrim Polresta, Bhabinkamtibmas Karang Pule serta pihak yang kehilangan Laptop dan penjaga kos yang dicurigai, melakukan mediasi yang pada ahirnya keduanya berdamai dengan menandatangani surat perdamaian antara keduanya.
Sementara itu, di tempat yang sama kedua pihak sama-sama menyampaikan harapan kepada seluruh teman ataupun masyarakat agar bila ada berita-berita tentang peristiwa ini yang akan menimbulkan ketegangan agar jagan dipercaya karena itu sudah pasti hoax.
“Kami harap bagi yang hadir pada malam ini untuk dapat memberikan informasi tentang kesepakatan perdamaian ini,” harap kasat.(rif/rls)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Sepekan Bang Zul Turun ke Desa Terpencil di Ujung Timur

Read Next

Maling Beraksi di Rumah Anggota Dewan, Polisi Tangkap Pelaku

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *