ilustrasi

MATARAM – Sampai dengan saat ini belum ditemukan ada kasus gagal ginjal di NTB. Kendati demikian, tenaga kesehatan, fasilitas tenaga kesehatan (fasyankes), apotek maupun toko obat untuk sementara waktu diminta tidak memberikan obat-obatan dalam bentuk sirup, sampai terdapat hasil investigasi yang dikeluarkan BPOM dan Kemenkes RI.

 

“Jika ada anak-anak yang mengalami gejala khas, yakni adanya penurunan jumlah dan frekuensi buang air kecil (BAK) atau tidak ada urine selama 12 jam, dengan atau tanpa demam, batuk, pilek, diare, mual dan muntah. Maka masyarakat disarankan agar segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” terang Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. HL. Hamzi Fikri, Mataram kemarin.

 

Demikian juga dalam penggunaan obat, masyarakat juga diimbau tidak mengonsumsi obat-obatan sirup secara bebas. Untuk perawatan anak yang sakit, agar lebih mengedepankan tatalaksana non-farmakologis atau tanpa obat. Hamzi mencontohkan, dengan menggunakan kompres air hangat untuk menurunkan demam.

 

“Selain itu, selama masa perawatan agar memastikan kebutuhan cairan anak terus terpenuhi, dan apabila sangat dibutuhkan dapat menggunakan obat selain sediaan sirup seperti tablet, kapsul, dan lainnya. Namun dengan terlebih dahulu berkonsultasi kepada dokter, apoteker atau tenaga kesehatan,” ungkapnya.

 

Selain itu, masyarakat juga diimbau ketika menggunakan obat yang terdaftar resmi dengan memperhatikan izin edarnya, dan diperoleh dari sumber yang resmi berizin. Kemudian memperhatikan aturan pakai, dan membaca secara seksama peringatan dalam kemasan obat.

Dikatakan, imbauan dikeluarkan terhadap gagal ginal ini setelah mempertimbangkan keputusan Kementerian Kesehatan RI dan keterangan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI. Dan Dinas Kesehatan Provinsi NTB mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada.

 

Menurutnya, penyebab gagal ginjal akut misterius ini masih dalam proses penelitian dan penelusuran penyebab pastinya oleh BPOM dan Kemenkes RI. Apakah berasal dari cemaran Etilen Glikol dan Dietilen Glikol, atau dapat juga karena faktor risiko lainnya.

 

Namun demikian, Dinas Kesehatan Provinsi NTB mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang dan waspada.

 

Meski kasus gagal ginjal akut pada anak belum ditemukan di NTB. Tapi Pemprov meminta harus tetap dilakukan antisipasi dan diwaspadai.

 

Hamzi mengatakan dirinya selaku Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan agar masyarakat tetap tenang karena BPOM telah melakukan pengawasan terhadap produk obat yang beredar Indonesia dan juga di NTB.

Saat ini kementerian Kesehatan sedang melakukan investigasi terkait dengan penyebab terjadinya gagal ginjal akut atau Acute Kidney Injury (AKI) bagi anak-anak  yang tengah menjadi isu kesehatan belakangan ini.

“Kami terus melakukan koordinasi dengan BPOM maupun Kementerian Kesehatan,” pungkasnya.(jho)

 

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 353

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *