Banjir Rendam Ruas Jalan di Senggigi

  • Bagikan
F BANJIRRR
IST/RADAR MANDALIKA RENDAM: Kondisi banjir yang merendam jalur di wilayah Senggigi, kemarin.

LOBAR—Banjir merendam ruas jalan di kawasan wisata Senggigi, kemarin. Hujan lebat yang menguyur kawasan itu pada sore hari membuat air di gorong-gorong meluap. Diperparah lagi dengan tersumbatnya mulut gorong-gorong akibat material tanah yang turun dari atas perbukitan akibat terbawa air. Ketinggian banjir mencapai mata kaki, dan membuat arus lalu lintas kawasan itu terganggu. “Ini banjir genangan disebabkan tersumbatnya mulut gorong-gorong yang menuju depan hotel Sheraton. Sehingga airnya meluap ke jalan raya,” terang Kasi Logistik dan Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar, H Tohri yang dikonfirmasi Radar Mandalika melalui sambungan telepon.

Menurutnya terdapat kali di atas kawasan itu sebagai lokasi pembuangan. Sayangnya ketika musim penghujan, air yang turun dari perbukitan selalu membawa material tanah, pasir dan bebatuan. Itulah kata Tohri yang menjadi penyebab tersumbat mulut gorong-gorong. “Ini sudah kedua kalu terjadi, dulu pernah terjadi sekitar tahun 2017,” bebernya.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk menurunkan alat berat guna mengeruk material yang menutup mulut gorong-gorong. Sejauh ini tak ada laporan kerusakan akibat dampak banjir. Hanya saja lumpur dan kerikil yang terbawa banjir membuat arus lalulintas di jalur Senggigi terganggu.

Sementara itu, Camat Batulayar, Syahrudin yang dikonfirmasi mengaku hingga pukul 21.00 wita banjir mulai tertangani. Pihak Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) pun mulai melakukan pembersihan lumpur di jalan raya jalur Senggigi, tepatnya di depan Hotel Sheraton. “Kita sedang pembersihan. Materialnya (lumpur, kerikil, pasir) menyumbat sampai masuk ke jalan. Makanya kita kumpulkan mudahan besok sudah diangkut sama DLH (Dinas Lingkungan Hidup),” ungkapnya.

Menurutnya, banjir itu tidak sampai merendam kawasan hotel. Karena teratasi dengan tingginya trotoar jalan. “Di Kila karena sedikit melimpah, masuk sedikit. Ini yang jadi masalah jalan raya yang kerendam, syukurnya sudah teratasi, ini masih kita di lapangan,” pungkasnya.(win)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *