Bang Zul: Beruntung NasDem Bisa Luluhkan Hati Wagub

  • Bagikan
F. Pelantikan Nasdem
JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA SEMANGAT BARU: Ketua DPW NasDem NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah saat mengibarkan bendera NasDem usai dilantik Wakil Ketua Umum DPP NasDem, Ahmad M Ali di Mataram, tadi malam.

MATARAM – Wakil Ketua Umum DPP NasDem, Ahmad M Ali di Mataram melantik pengurus DPW NasDem NTB, tadi malam. Hj. Sitti Rohmi Djalillah dilantik menjadi Ketua NasDem NTB, M Munaship Ikroman Sekretaris dan Baiq Diah Ratu Ganefi sebagai bendahara.

Kepemimpinan Rohmi merupkan hasil penunjukan DPP NasDem. Pola NasDem sama dengan PKS yang juga ditentukan oleh DPP untuk itu DPP Nasdem meyakini dibawah komando Rohmi partai besutan Surya Paloh itu akan menjadi partai besar kedepannya.

“Dipundak Ketua Umum kami menitip harapan Nasdem akan menjadi besar kedepannnya. Seluruh fungsioner Nasdem yang dilantik bisa memberikan kontribusi besar untuk NTB,” tegas Waketum DPP Nasdem, Ahmad M Ali.

Pelantikan satu proses partai membangun konsolidasi seperti halnya partai yang lain. Sebab hal itu sudah menjadi satu aturan organisasi. DPP juga meyakini Rohmi mampu mengkosolidasi semua potensi yang ada di internal Nasdem. Sehingga menghadapi 2024 bisa menjadi pemenang yang pada akhirnya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat NTB.

“Di bawah kepemimpinan Rohmi Nasdem mampu memberikan kemanfaatan untuk masyarakat di NTB,” tegasnya.

Ali berpesan meski keinginan Nasdem menjadi besar. Tetapi kebesaran Nasdem tidak diinginkan mengecilkan partai lain. Tidak dibenarkan bagi kader Nasdem dalam melakukan konsolidasi, sosialisai untuk membesarkan partai dengan menjelekkan partai lain.  Karena semua partai dilahirkan dengan satu cita -cita.

“Memiliki cita-cita yang sama mulia,” katanya.

Katanya, Nasdem ingin tumbuh bersama dengan partai lain. Sebab membangun bangsa membangun daerah tidak cukup dengan satu partai.

Nasdem sadar NTB menjadi salah satu harapan dari daerah yang lain. NTB diberikan kekayaan Sumber Daya Alam (SDA). Keindahan NTB itu menjadi dasar kuat dalam mengembangkan kebesaran partai. Sehingga dalam hal ini Nasdem membutuhkan pemimpin yang kuat.

“Ketua DPW dibutuhkan perannya. Nasdem memberikan harpaan kedepan kepada saya. Saya percaya dibawah Rohmi akan memberikan kontribusi besar untuk pemenangan Nasdem secara nasional,” bebernya.

Sementara di NTB ada dua Dapil, DPW Nasdem diminta tanggungjawabnya sesuai perintah Ketua Umum Surya Paloh kepada dirinya untuk 2024 tidak boleh lagi ada Dapil yang kosong di seluruh Indonesia.

“Salah satu yang jadi PR besar NTB. Semua Dapil harus terisi. Saya titip pesan kiranya dalam menyusun komposisi pencalegan, lewat program indonesia memanggil akan diisi oleh orang-orang yang punya peluang besar.  Nasdem menekankan poltiik tanpa mahar,” tegasnya.

“Siapun yang mau jadi Caleg, calon kepala daerah silahkan kecuali calon gubentur tidak bisa karena sudah ada calon gubernur dan Wagub di NTB,” sebutnya.

Ali meminta DPW untuk segera membangun konsolidasi dengen seluruh fungsioner sampai ditingkat kabupaten kota untuk menyongsong 2024.

Sementara, Ketua DPW Nasdem NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah mengajak seluruh kader Nasdem untuk sama-sama bersinergi berkolaborasi dengan  pemprov dan kabupaten kota se NTB.

“Kita berkolaborasi bersinergi dengan kepala daerah untuk membangun NTB gemilang,” tegas Rohmi.

Nasdem NTB harus menjunjung tinggi kolaborasi. Hanya dengan kolaborasi dan sinergi Nasdem NTB mampu berbuat untuk kepentingan masyarakat luas.

“Dengan kolaborasi kita bisa berbuat untuk masyarakat,” terangnya.

Di samping itu, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyebutkan Nasdem beruntung bisa meluluhkan hati Wagub itu menjadi ketua. Zul memuji Rohmi sebagai sosok orang yang tidak sembarangan. Rohmi sosok pekerja keras, terukur, detail dan penuh tanggungjawab.

“Saya kenal Rohmi bukan di Pilkada saja tapi jauh sebelum itu. Waktu itu saya menjadi Wapres Komisaris PT Newmont dan Ibu Rohmi salah satu pemimpin di bagian pelestarian lingkungan PT Newmont. Sehingga saya yakin Nasdem akan menjadi partai terbesar di NTB,” yakin Bang Zul.

Zul menyinggung ada selentingan kabar di Provinsi NTT bahwa Nasdem bersama PKS akan berkoalisi linier sampai ke kabupaten kota.

“Dan nampaknya kalau tidak ada area melintang ini akan terjadi di NTB. Mungkin juga koalisi PKS-Nasdem terjadi di pusat,” katanya. (jho/adv)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *