LOTIM – Masa sidang II tahun 2026, Anggota DPRD Kabupaten Lombok Timur (Lotim) turun ke bawah untuk menggelar reses. Kegiatan ini dilakukan untuk menyerap berbagai aspirasi dan sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah pemilihan masing-masing.
Seperti yang dilakukan Anggota Komisi III DPRD Lotim, LL. Abd. Hafidz, MM. Ia melakukan reses mulai 26 Februari hingga 3 Maret di wilayah Dapil 5 meliputi Kecamatan Wanasaba, Kecamatan Pringgabaya, Kecamatan Suela, Kecamatan Sembalun, Kecamtaan Sambelia.
LL. Abd. Hafidz memulai reses di Dusun Beak Daya, Desa Wanasaba, Kecamatan Wanasaba, pada Kamis malam (26/2). Reses ini dihadiri Kadus setempat, ketua RT, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan tampak masyarakat yang hadir sangat antusias mengikuti reses.

Dalam reses tersebut, LL. Abd. Hafidz menyampaikan jika efisiensi anggaran saat ini sangat berpengaruh terhadap bantuan program ke masyarakat, tidak seperti tahun-tahun lalu.
Wakil rakyat yang merupakan Politisi Demokrat, juga menegaskan dukungan atas program pemerintah yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes).
Pada kesempatan tersebut, Ia pun menyampaikan jika tahun 2026 ini akan terealisasi sumur bor di Dusun Beak Daya, melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD.
Saat reses tersebut, masyarakat meminta untuk dilakukna perbaikan saluran yang ada di RT 01, RT 02, dan RT 03 Dusun Beak Daya. Pasalnya, saluran yang ada di sana sudah lama tidak tersentuk perbaikan.
Sementara itu, Kadus Beak Daya Taufiqurrahman mengucapkan terima kasih kepada anggota DPRD LL. Abd. Hafidz yang melaksanakan reses di Beak Daya dan atas perhatiannya kepada masyarakat.
“Semoga pertemuan ini membawa manfaat, memperkuat sinergi antara masyarakat dan wakil rakyat, serta menjadi langkah nyata menuju Dusun Beak Daya yang lebih maju, aman, dan bermartabat,” ucapnya.
Opik, sapaan akrabnya, berharap pada LL. Abd. Hafidz selaku wakil rakyat, dapat memperjuangkan dan menindaklanjuti segala aspirasi atau kebutuhan masyarakat Dusun Beak Daya baik menyangkut pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan hingga terkait dengan kepemudaan. (red)
