Alhamdulillah, Insentif Nakes di Mataram Cair

Nakes scaled

DOK/RADAR MANDALIKA BETUGAS: Tiga orang nakes usai bertugas melakukan rapid test di halaman Kantor Dikes Kota Mataram, Jalan Lingkar Selatan, pada tahun lalu.

MATARAM – Para tenaga kesehatan (nakes) yang berjuang menangani pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19 di Kota Mataram bisa bernafas lega. Pasalnya, Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana memastikan pembayaran insentif nakes dapat dicairkan mulai hari Selasa, 27 April 2021.
“Insya Allah kalau endak hari ini (26/04) paling besok (kemarin, Red),” janji dia, Senin (26/04).
Diuatarakan, rapat bersama Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, HM Syakirin Hukmi, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, H Effendi Eko Saswito, terkait pembayaran insentif nakes telah digelar. Informasinya, pembayaran insentif nakes khusus untuk tunggakan empat bulan di tahun 2020.
Total anggaran yang disiapkan untuk pembayaran insentif nakes selama empat bulan mulai September-Desember 2020 itu sebesar Rp 2,4 miliar. “Yang jelas rinciannya sudah ada, dari perawat hingga tenaga spesialis,” tutur Mohan.
Ketua DPD I Golkar NTB mengutarakan, keterlambatan pembayaran insentif nakes tidak lepas dari perubahan sistem anggaran. Pencairan APBD awalnya menggunakan Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) dari BKD. Tapi mulai tahun ini beralih ke Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Persoalannya ada di sistem yang baru (SIPD), sehingga kita ada sedikit kesulitan,” kata Mohan.
Untuk menyiasati pencaiaran anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkot Mataram. Sistem anggaran digunakan sekarang dengan mengkombinasikan SIMDA dengan SIPD. “Saya rasa ini sebenarnya masalah waktu saja. Insentif pasti dicairkan,” janji Mohan.
Dia ingin para nakes bisa mendapatkan haknya. Apalagi mereka ujung tombang penanganan pasien Covid-19. Disamping pengobatan secara medis, sentuhan dan keramahan para nakes memberikan dampak yang positif bagi pasien. “Para nakes menjadi garda terdepan menangani pasien Korona,” ujar Mohan.
Kepala BKD Kota Mataram, HM Syakirin Hukmi sudah menyiapkan anggaran untuk pembayaran insentif nakes. Sekarang ini pihaknya menunggu perintah dari Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram untuk surat perintah membayar (SPM). “Sudah saya telepon dari Dikes katanya ada perbaikan,” ujar Syakirin.
Kepala Dikes Kota Mataram, dr H Usman Hadi menuturkan, pihaknya sudah mengirim SPM ke BKD untuk pembayaran insentif nakes. “Kita ajukan pembayaran empat bulan pada 2020 dulu yang dihutang,” kata Usman.
Seperti diketahui, Pemkot Mataram hanya mampu mengalokasikan anggaran sekitar Rp 11 miliar di 2021 untuk insentif nakes selama 10 bulan bagi ribuan nakes. Rinciannya, pembayaran tunggakan empat bulan terhitung mulai September-Desember 2020, dan pembayaran insentif hanya selama enam bulan terhitung mulai Januari-Juni 2021.
“Karena kita lihat fiskal (kondisi keuangan daerah) juga kan,” terang Usman sebelumnya.
Terkait besaran insentif yang diterima masing-masing nakes per bulan. Usman mengatakan, perhitungannya menggunakan rumus yang ditentukan di dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 278 Tahun 2020 tentang Pemberian Insentif. Besaran dan jumlah nakes yang menerima insentif tergantung jumlah kasus Covid-19 yang ditangani.
“Katakan, di puskesmas A berapa kasus-nya (Covid-19). Kemudian dibagai 200 dikalikan 20. Itulah jumlah orang yang diajukan. Dari jumlah yang diajukan itu, berapa hari kerja lalu dikalikan Rp 5 juta. Kalau dokter itu berapa? Sudah ada rumusnya itu. Tidak bisa menyimpang dari rumus,” jelas dia. (zak)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Ratmina Segera Gantikan Posisi Ziadi

Read Next

Berkas Calon Rektor UIN Mataram Segera Diuji

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *