KLU—Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusarsip) Kabupaten Lombok Utara terus menyiapkan langkah inovasi dalam memberikan layanan optimal bagi pengunjung perpusatakaan daerah Lombok Utara.
Untuk menarik minat kunjungan masyarakat, khususnya para pelajar dan mahasiswa, perpustakaan daerah bakal membangun cafe literasi mendatang dengan menyediakan berbagai fasilitas penunjang didalamnya.
“Kami berupaya untuk memberikan pelayanan optimal, agar pengunjung lebih nyaman dalam membaca buku yang disiapkan,” ungkap Kadis Perpusarsip Daerah Lombok Utara Drs.Rusdianto, M.SI kepada Radar Mandalika, kemarin.
Rencana pembangunan fasilitas tersebut kata Rusdianto diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar ratusan juta rupiah dan saat ini masih menunggu dukungan anggaran daerah dengan target terbangun pada tahun 2027 mendatang.
“Kita sudah susun perencanaannya, lahan kami siapkan diareal kantor yang masih tersedia lahan, kami targetkan tahun depan bisa dibangun kafe literasi,” ucapnya
Saat ini, selain menyediakan bahan bacaan untuk umum, pelajar, mahasiswa, hingga anak-anak tingkat PAUD, perpustakaan ini juga melengkapi ruangannya dengan fasilitas permainan edukatif bagi anak-anak.
Aspek kenyamanan pengunjung turut menjadi perhatian utama, termasuk penyediaan akses ruangan ber AC, Wi-Fi dan Komputer yang tersedia serta penataan ruang yang kondusif.
Sementara itu, ditengah tantangan digitalisasi, perpustakaan konvensional tentu mengalami degradasi. Oleh karena itu diperlukan adanya transformasi perlahan menuju perpusatakaan digital. Pihak pengelola Perpusatakaan Daerah kini juga mulai melangkah ke arah digitalisasi tersebut. Meskipun jumlah referensi digital yang dimiliki masih terbatas dan membutuhkan dukungan anggaran untuk pengembangannya, namun pihak perpustakaan daerah terus berupaya memperluas akses bacaan digital bagi masyarakat.
“Kita sudah mendapat dukungan dari pusat juga untuk perpustakaan digital,” tuturnya.
Langkah strategis ini turut didukung oleh bantuan fasilitas pojok baca digital dari pusat, yang salah satunya sudah dapat diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat di wilayah Kayangan. Melalui penyediaan layar khusus layaknya televisi pintar di titik-titik layanan tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai koleksi bacaan digital dengan lebih mudah.
Rusdianto mengakui Dinas Perpustakaan Daerah saat ini masih dihadapkan dengan tingkat kunjungan masyarakat atau pelajar yang masih tergolong relatif kecil. Indek Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) diakuinya masih rendah.
Kehadiran pengunjung umumnya didorong oleh momen-momen tertentu, seperti kunjungan sekolah yang secara khusus diarahkan oleh guru untuk mendatangi perpustakaan.
Kurangnya kesadaran masyarakat mengenai keberadaan fasilitas ini menjadi tantangan tersendiri. Tidak jarang, banyak warga yang belum mengetahui bahwa di Lombok Utara telah berdiri sebuah perpustakaan daerah. Oleh karena itu, pihak pengelola gencar melakukan sosialisasi dan edukasi agar informasi ini semakin luas di tengah masyarakat. (dhe)
