PRIHATIN: Kondisi Jalan Desa Kuranji Dalang, Kecamatan Labuapi yang sempit dan rusak, Minggu (20/9). (WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA) 

LOBAR—Pemerintah Desa (Pemdes) Kuranji Dalang, Kecamatan Labuapi sedang mengembangkan wisata pesisir dan bahari Pantai Batas Senja Dua. Sayangnya, pengembangan wisata ini terkendala akses jalan utama desa yang rusak dan kecil. Akses jalan ini bahkan hanya bisa dilalui satu kendaraan roda empat.

Kepala Desa Kuranji Dalang, M. Sidik, mengaku kondisi jalan itu sudah lama terjadi. Beberapa kali Musrenbang tingkat kecamatan, jalan sepanjang sekitar 1,2 kilometer itu tetap diusulkan pemerintah desa untuk masuk skala prioritas Musrenbang agar diperbaiki dan dilebarkan, sehingga mendukung akses pariwisata desa tersebut.

“Akses jalan menuju pariwisata ini yang sangat-sangat rusak sekali, kita minta bantuan,” ujar Sidik, Minggu (20/9).

Menurutnya, jalan utama itu menghubungkan tiga titik objek wisata di Desa Kuranji Dalang, seperti objek wisata religi di Dusun Kuranji Dalang, objek wisata penangkaran penyu di Dusun Kuranji Bangsal, dan wisata Pantai Batas Senja Dua di Dusun Mapak Barat. Bahkan, kini Desa Kuranji Dalang ditetapkan pemerintah pusat sebagai lokasi Kampung Nelayan Merah Putih.

Sehingga sebagai desa wisata, pemerintah desa sangat mengharapkan perhatian pemerintah daerah.

“Bahkan kami sudah beberapa kali Musrenbang kecamatan. Itu saja yang tertuang diusulkan kami, jalan ini,” bebernya.

Tidak hanya itu, Sidik bahkan mengaku tim appraisal sempat turun melakukan pengukuran rencana pembebasan lahan untuk pelebaran jalan tersebut. Namun sayangnya, hingga kini belum ada kepastian kabar jalan itu masuk skala prioritas pembangunan Pemkab Lobar.

“Itu akan diperlebar menjadi 8 meter. Dan sampai sekarang belum ada terealisasi seperti itu,” pungkasnya.

Menanggapi kondisi itu, anggota DPRD Lobar daerah pemilihan (dapil) Labuapi-Kediri, Dr. Syamsuriansyah, turun langsung melihat kondisi jalan itu. Politisi asal Telagawaru, Labuapi itu akan memperjuangkan jalan tersebut masuk prioritas pembangunan Pemkab Lobar pada tahun 2027 mendatang.

“Tadi pada saat saya masuk, saya sudah video. Kenapa saya video? Dalam hati saya, ini menjadi target utama saya untuk saya suarakan sebagaimana saya menyuarakan jalan-jalan utama kabupaten yang ada di Lombok Barat,” terang pria yang akrab disapa Dr. Syam itu.

Dari hasil koordinasi yang dilakukannya dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), jalan utama desa sepanjang 1,2 kilometer itu sudah masuk Musrenbang kabupaten. Bahkan, tim Dinas PU segera melakukan survei jalan tersebut.

“Kebetulan bulan depan kita ada reses, itu akan saya masukkan juga dalam program reses saya yang kemudian nanti akan kita perjuangkan di kabupaten,” ungkapnya.

Sebagai desa wisata, menjadi keharusan baginya untuk memperjuangkan akses jalan itu. Terlebih dengan potensi wisata desa itu yang tidak hanya identik dengan wisata pesisir laut, desa itu juga masuk program Kampung Nelayan Merah Putih dan Koperasi Desa Merah Putih pemerintah pusat.

“Ini kan harus sejalan, gitu loh. Mandatory-mandatory pusat itu tentu harus kita selaraskan dengan apa yang ada di tingkat paling bawah. Rasanya tidak berlebihan kalau saya ingin mengatakan ini desa wisata, tetapi infrastrukturnya tidak dibenahi. Nah, oleh karena itu kami mewakili rakyat di Desa Kuranji Dalang dan sebagai dapil perwakilan Labuapi dan Kediri, saya harus menyuarakan ini,” jelasnya.

Politisi Perindo itu meyakini dengan akses jalan yang memadai akan membuat mobilitas perekonomian masyarakat bergerak. Di samping itu, ia menilai Pemda juga harus memperhatikan pemerataan pembangunan di setiap kecamatan di Lobar, mengingat kawasan wisata Lobar tidak hanya terpusat di satu kecamatan saja.

“Sudah saatnya daerah-daerah yang ada di Kecamatan Labuapi, apalagi ini berbatasan langsung dengan Kota Mataram. Jangan sampai masyarakat Kabupaten Lombok Barat merasakan bahwa tidak bangga menjadi bagian daripada masyarakat Lombok Barat karena ketidaksetaraan pembangunan infrastruktur,” pungkasnya. (Win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *