MATARAM — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mendorong peningkatan profesionalisme dan kompetensi wartawan. Salah satunya melalui pelaksanaan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) yang dirangkai dengan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bagi 54 peserta.
Rangkaian kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Aula Lantai 6 Gedung Kantor Pusat Bank NTB Syariah, Mataram, pada 10–12 September 2026.
Kegiatan diawali dengan OKK pada Kamis, 10 September 2026, mulai pukul 08.00 WITA. Selanjutnya, UKW dilaksanakan selama dua hari, yakni 11–12 September 2026.
Pelaksanaan OKK merupakan tindak lanjut instruksi PWI Pusat terkait kewajiban pembekalan kewartawanan dan keorganisasian bagi jajaran PWI, mulai tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Peserta OKK tidak hanya berasal dari calon peserta UKW, tetapi juga pengurus PWI Provinsi NTB serta pengurus PWI kabupaten/kota se-NTB.
Ketua PWI NTB, Ahmad Ikliluddin, menegaskan bahwa OKK memiliki peran penting dalam memperkuat pemahaman wartawan terhadap profesi dan organisasi.
Menurutnya, sertifikat OKK juga menjadi salah satu persyaratan penting dalam berbagai agenda keorganisasian PWI Pusat.
“Sertifikat OKK menjadi syarat mutlak untuk mengikuti seluruh agenda PWI Pusat, mulai dari Porwanas (Pekan Olahraga Wartawan Nasional), reaktivasi kartu anggota, hingga proses naik jenjang keanggotaan,” ujar Ahmad.
UKW Diikuti 54 Wartawan
Setelah pelaksanaan OKK, PWI NTB akan menggelar UKW yang diikuti 54 wartawan dari tiga jenjang kompetensi.
Rinciannya, sebanyak 18 peserta mengikuti jenjang Muda, 24 peserta jenjang Madya, dan 12 peserta jenjang Utama.
UKW menjadi salah satu instrumen penting dalam memastikan wartawan memiliki kompetensi sesuai standar profesi jurnalistik. Peserta akan mengikuti proses pengujian sesuai jenjang masing-masing untuk mengukur kemampuan dalam menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.
Ahmad mengatakan, rangkaian OKK dan UKW tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis jurnalistik, tetapi juga memperkuat integritas dan tanggung jawab wartawan dalam menjalankan profesinya.
“Melalui rangkaian OKK dan UKW ini, PWI NTB berkomitmen mencetak wartawan yang kompeten secara teknis jurnalistik, memahami dan mematuhi Kode Etik Jurnalistik, sekaligus tertib dalam administrasi keorganisasian,” katanya.
Dengan pelaksanaan OKK dan UKW tersebut, PWI NTB berharap semakin banyak wartawan di daerah yang memiliki kompetensi, integritas, serta pemahaman yang kuat terhadap profesionalisme dan etika jurnalistik.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya PWI NTB memperkuat kualitas sumber daya manusia pers di Nusa Tenggara Barat. (rls)
