LOMBOK TIMUR — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Bank Indonesia (BI) terus mendorong penguatan produksi komoditas hortikultura, khususnya bawang putih, sebagai salah satu komoditas unggulan daerah yang memiliki peluang besar menembus pasar nasional.

Upaya tersebut dibahas dalam kegiatan pendalaman isu dan perkembangan harga serta pasokan komoditas hortikultura sekaligus pemetaan potensi komoditas unggulan Kabupaten Lombok Timur yang berlangsung selama dua hari, 26–27 Agustus 2026.

Mewakili Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri (PPDN), Lalu Afghan Muharor, ST., M.Ak, menghadiri rangkaian kegiatan yang berlangsung di Kantor Bupati Lombok Timur dan Desa Sembalun.

Kegiatan diawali dengan High Level Meeting (HLM) yang dipimpin Wakil Bupati Lombok Timur, Ir. H. Moh. Edwin Hadiwijaya, M.M., bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB, Hario Kartiko Pamungkas.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB, perwakilan Biro Perekonomian dan Pembangunan NTB, Asisten II Kabupaten Lombok Timur serta sejumlah kepala dinas dan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) yang berkaitan dengan pengendalian inflasi dan pengembangan komoditas unggulan.

Dalam paparannya, Wakil Bupati Lombok Timur menjelaskan berbagai potensi daerah yang dimiliki, yang kemudian diperkuat dengan data dari sejumlah kepala dinas dan perwakilan OPD Kabupaten Lombok Timur.

Salah satu komoditas yang mendapat perhatian khusus adalah bawang putih Sembalun. Komoditas tersebut dinilai memiliki kualitas yang mampu menarik minat pasar di berbagai wilayah Indonesia.

Bawang putih produksi Sembalun bahkan telah dipasarkan ke sejumlah daerah di luar NTB dan memiliki peluang untuk memperluas jangkauan pasar domestik.

Permintaan Tinggi, Produksi Masih Terbatas

Setelah HLM, rombongan melanjutkan kunjungan lapangan ke sentra bawang putih di Desa Sembalun. Dalam kunjungan tersebut, pemerintah dan BI berdialog langsung dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) bawang putih.

Dari hasil kunjungan, diketahui tingginya minat sejumlah daerah di Indonesia terhadap bawang putih Sembalun. Beberapa provinsi di Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan bahkan telah menyampaikan ketertarikan untuk mendapatkan pasokan secara langsung dari petani dan pelaku usaha di Sembalun.

Namun, tingginya permintaan tersebut belum sepenuhnya dapat dipenuhi karena keterbatasan kuantitas produksi di tingkat petani.

Kondisi itu juga terlihat saat rombongan mengunjungi distributor bawang putih di Desa Sembalun. Pasokan yang tersedia saat ini sebagian besar masih diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal NTB, khususnya Pulau Lombok.

Dorong Kapasitas Produksi

Rangkaian kunjungan lapangan kemudian dilanjutkan dengan melihat secara langsung pemasaran bawang putih di Pasar Paok Motong.

Dari seluruh rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi NTB bersama Bank Indonesia bersepakat untuk mendorong peningkatan kapasitas produksi bawang putih, baik dari sisi luas tanam, produktivitas, kualitas maupun penguatan rantai pasok.

Peningkatan produksi tersebut dinilai penting untuk menjawab tingginya permintaan pasar sekaligus memperkuat posisi bawang putih NTB sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.

Penguatan produksi juga menjadi bagian dari ikhtiar NTB dalam mendukung target swasembada bawang putih tahun 2029.

Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, petani, pelaku usaha, perbankan dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan mampu menciptakan ekosistem produksi dan perdagangan yang lebih kuat sehingga potensi bawang putih Sembalun dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi pembangunan daerah “NTB Makmur Mendunia”, dengan mengembangkan komoditas unggulan lokal agar semakin berdaya saing dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. (jho)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *