BANTUAN: Wabup Lobar Ummi Nurul yang didampingi Ketua BAZNAS Lobar TGH Taisir saat menemui keluarga Amaq Fahri penerima Mahyani di Dusun Karang Kesuma, Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Jumat (28/8). (WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA) 

LOBAR—Langkah Penuntasan Kemiskinan Ekstrem melalui intervensi hunian layak terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lobar. Berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Lobar, bantuan program Rumah Layak Huni (Mahyani) diberikan untuk keluarga Amaq Fahri di Dusun Karang Kesuma, Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Jumat (28/8).

Pemberian bantuan ini tidak hanya dimaksudkan untuk pembangunan fisik rumah saja, namun juga bagian intervensi penanganan dan pencegahan penularan tuberkulosis (TBC). Sebab, sebelumnya salah satu anggota keluarga itu mengidap penyakit tersebut karena kondisi lingkungan tempat tinggal yang terbilang tidak sehat.

Saat dikunjungi Wakil Bupati Lobar, Hj. Nurul Adha dan Ketua BAZNAS Lobar TGH Taisir, kondisi rumah keluarga Amaq Fahri jauh dari kata layak. Hanya berdindingkan bedek dan beralaskan tanah, bangunan rumah itu justru lebih menyerupai gubuk. Bahkan tidak semua memiliki dinding bedek.

Wabup Lobar menegaskan komitmen Pemkab Lobar dalam menuntaskan rumah tidak layak huni untuk warga Lobar. Selain berkolaborasi dengan BAZNAS Lobar, Pemkab Lobar menganggarkan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk 350 unit rumah warga miskin.

“Dan di BAZNAS ada dana zakat yang dikumpulkan dari ASN kita. BAZNAS menyalurkan kepada masyarakat yang berhak untuk dibantu,” ungkap Ummi Nurul.

Ummi Nurul mengapresiasi langkah BAZNAS yang begitu tepat menyalurkan bantuan MAHYANI itu kepada keluarga yang kondisinya benar-benar layak. Keluarga Amaq Fahri tercatat masuk kategori miskin ekstrem. Selain itu, anaknya yang berusia 19 tahun bernama Zaenal Abidin juga putus sekolah.

Ketepatan sasaran bantuan ini diharapkan bisa dilakukan juga oleh OPD terkait untuk program RTLH. Pasalnya, Ummi mengungkapkan dari 350 unit yang dianggarkan justru baru mencapai sekitar 50 persen yang terverifikasi tepat sasaran.

“Artinya sekitar 50 persen belum terverifikasi dan kita belum menemukan. Dan luar biasa BAZNAS bisa menemukan ini. Ini jadi catatan saya untuk OPD untuk turun langsung memverifikasi seperti ini,” pinta Ummi Nurul.

Bentuk kolaborasi ini diharapkan menjadi jalan percepatan dalam pelayanan kepada masyarakat miskin yang berhak menerima bantuan tersebut. Sebab, kondisi rumah sangat mempengaruhi kesehatan keluarga yang menempati. Rumah tidak layak huni rentan terpapar TBC maupun kasus gizi buruk atau tengkes (stunting). Tidak hanya itu, kondisi itu juga mempengaruhi jenjang pendidikan karena dampak kesulitan ekonomi.

“Saya harapkan seluruh OPD cepat bergerak untuk penanganan, menemukan anak-anak kita yang tidak sekolah, agar bisa melanjutkan sekolah,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Lobar, TGH Muhammad Taisir mengungkapkan pihaknya menganggarkan sekitar Rp2,1 miliar untuk MAHYANI di tahun 2026. Bahkan sekitar 25 unit rumah yang datanya berasal dari Dinas Sosial untuk keluarga miskin ekstrem, sudah dan sedang berlangsung pembangunannya.

“Yang berkaitan dengan warga miskin dan pengidap TBC ada 20 unit yang sudah terverifikasi BAZNAS,” bebernya.

Menurutnya, sesuai harapan Wabup agar penerima tepat sasaran, BAZNAS langsung turun survei memverifikasi kondisi rumah penerima bantuan itu. By name by address, sehingga dana umat itu tepat sasaran.

“Satu rumah anggarannya Rp35 juta, kalau rumah ini targetnya dua bulan selesai dikerjakan,” jelasnya.

Di tahun ini BAZNAS menargetkan pembangunan Mahyani itu sekitar 60–70 rumah untuk warga miskin ekstrem sesuai data kemiskinan Desil 1–2.

“Datanya dari Dinas Sosial, Kesehatan, dan Perkim dan kita verifikasi langsung,” pungkasnya. (Win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *