LOBAR— Pekan Kesenian Senggigi Festival Senggigi: The Soul of Lombok yang berlangsung setiap akhir pekan di Amphitheater Pasar Seni Senggigi resmi berakhir digelar, Sabtu (22/8). Selama sembilan pekan digelar sejak akhir Juni 2026 lalu, event itu sukses meramaikan kawasan wisata andalan Lobar itu. Dampak ekonomi positif bagi pelaku UMKM kawasan Senggigi juga dirasakan.
Kesuksesan itu membuat Wakil Bupati Lobar Hj. Nurul Adha dan anggota DPRD Lobar yang hadir langsung saat penutupan itu sepakat program hiburan dan pelestarian budaya ini tidak berhenti di sini. Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Lobar mengusung nama kegiatan baru, pelaksanaannya akan mulai berlangsung pada bulan depan hingga akhir 2026.
Kepala Disparekrafpora Lobar Agus Gunawan menegaskan bahwa usai resmi ditutup malam ini, kegiatan serupa akan kembali digelar pada awal bulan depan untuk menjaga konsistensi Senggigi sebagai destinasi wisata budaya unggulan dan ruang atraksi seni bagi para wisatawan sepanjang tahun.
“Dengan semangat dan antusias masyarakat, pemerintah berkomitmen kegiatan ini akan kita lanjutkan dan akan kita mulai lagi awal September. Akan kita rebranding dengan nama baru sekaligus menyambut perhelatan event internasional MotoGP,” tegas Agus.
Agus mengapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak dan masyarakat yang telah mendukung suksesnya acara selama sembilan pekan ini. Karena selain menghidupkan Senggigi, kegiatan ini menjadi ajang pelestarian budaya di semua kecamatan di Lobar.
“Untuk itu, kami selaku penyelenggara menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan dan kontribusi para camat, kemudian para GM hotel yang sudah mengarahkan tamu-tamunya untuk berkesempatan hadir di sini, dan tentunya terima kasih kepada masyarakat,” katanya.
Di tempat yang sama, Wakil Bupati Lobar Nurul Adha mengapresiasi kegiatan ini. Ia menilai kegiatan ini menjadi komitmen dan semangat bersama memajukan pariwisata Lombok Barat.
“Di tengah kondisi Lobar mendapatkan goncangan, kita bisa menunjukkan kebersamaan memajukan pariwisata, yang tujuannya menggerakkan perekonomian masyarakat,” ungkapnya.
Ia menilai efek event itu dirasakan untuk pariwisata dan ekonomi UMKM di kawasan Senggigi. Meski masih merahasiakan nama event itu ke depannya, namun Ummi Nurul tetap menekankan event itu akan tetap mengedepankan pertunjukan yang dibalut dengan pelestarian seni budaya lokal untuk menarik wisatawan domestik dan mancanegara.
“Pendampingan seni budaya harus lebih banyak lagi, dan kita mengapresiasi kepada 10 camat kita yang tetap mendukung pertunjukan dengan menghadirkan para putra-putri daerah dan kesenian lokalnya,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Lombok Barat Husnan Wadi mendorong pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan memperbanyak penyelenggaraan event seni dan budaya di destinasi wisata. Konsistensi menjadi kunci utama menghidupkan sektor pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat lokal.
Dia mengapresiasi tingginya antusiasme wisatawan domestik maupun mancanegara yang memadati lokasi acara pada momen high season tersebut.
“Kita lihat pariwisata kita saat high season ini cukup ramai, turis banyak sekali. Ke depan, acara-acara seperti ini seharusnya diperbanyak dan melibatkan semua pihak,” ujar Husnan Wadi.
Husnan menekankan pentingnya memberi ruang yang lebih luas bagi para siswa dan generasi muda untuk berkreasi dalam ajang pariwisata. Selain itu, keterlibatan aktif sanggar-sanggar seni lokal dinilai akan membuat pengemasan pariwisata Lombok jauh lebih menarik.
“Sanggar-sanggar seni dan seluruh elemen harus dilibatkan. Lombok akan jauh lebih menarik kalau yang ditonjolkan tidak hanya keindahan pantainya, tetapi juga adat istiadat dan kebudayaannya,” tegasnya. (Win)

