LOBAR—Seorang pria bernama Nursalim (41), warga Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, ditemukan meninggal di sungai Desa Eyat Mayang, Kecamatan Lembar, Kamis (6/8). Pria itu sebelumnya dikabarkan sedang menangkap ikan dengan alat setrumnya. Kabar penemuan itu dibenarkan Kepala Desa Eyat Mayang, Munawir Haris.

“Jam 9 pagi ditemukan itu di pinggir sungai,” ujar Munawir.

Korban dikabarkan datang bersama seorang keluarganya, Rabu (5/8) malam, untuk menyetrum ikan. Keduanya kemudian berpisah jalur. Anggota keluarganya menuju wilayah Desa Cendi Manik, sedangkan korban menyusuri sungai ke arah Desa Eyat Mayang.

Korban terakhir kali dapat dihubungi sekitar pukul 23.00 WITA. Setelah itu, tak ada respons ketika dihubungi kembali. Keluarga bahkan sempat menghubungi rumah korban untuk memastikan apakah ia sudah pulang, namun hasilnya nihil.

“Sampai jam 11 malam ditelepon, tapi enggak diangkat. Ditelepon ke rumah siapa tahu sudah pulang, tapi ternyata belum,” tutur Munawir.

Keluarga yang khawatir kemudian melakukan pencarian dan menyisir sungai hingga dini hari. Korban baru ditemukan pihak keluarga sekitar pukul 09.00 WITA dengan kondisi sudah meninggal.

“Akhirnya dicari sendirian sampai pagi sama keluarganya ini,” imbuhnya.

Kepala Desa Sigerongan, Dian Siswadi, membenarkan bahwa korban merupakan warganya.

“Iya betul warga saya itu,” kata Dian.

Informasi sementara yang diterimanya, korban diduga terpeleset saat menyetrum ikan hingga tubuhnya terkena aliran listrik dari alat setrum yang dibawanya.

“Informasi sementara, dia ini kepeleset sampai jatuh lalu kena sama setrumnya sendiri,” ujarnya.

Meski demikian, pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah korban telah dibawa ke rumah duka dan rencananya dimakamkan sore hari.

“Sudah dibawa ke rumah duka, sore ini dikuburkan. Keluarga tidak ada yang keberatan dan sudah mengikhlaskan,” tandasnya.

Terpisah, Kapolres Lobar AKBP Mellysa Amalia, melalui Kapolsek Lembar, Ipda Ruslan, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima informasi mengenai penemuan jenazah tersebut.

Pemeriksaan di TKP, mengumpulkan keterangan para saksi, serta berkoordinasi dengan tenaga medis dilakukan guna memastikan kondisi korban.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar Ipda Ruslan.
Hasil pemeriksaan luar dari Puskesmas Sigerongan menunjukkan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Namun demikian, petugas menemukan adanya luka bakar pada bagian leher dan punggung yang diduga berkaitan dengan sengatan listrik dari alat setrum ikan yang dibawa korban saat mencari belut.

Temuan tersebut menjadi bagian dari hasil pemeriksaan awal yang dilakukan sebagai dasar penyelidikan kepolisian.
Pihak kepolisian juga telah bertemu dengan keluarga korban dan memberikan penjelasan mengenai kemungkinan dilakukannya autopsi guna memastikan penyebab kematian secara medis.

“Kami telah memberikan penjelasan kepada keluarga mengenai pentingnya autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian. Namun pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah dan secara resmi menolak dilakukan autopsi serta membuat surat pernyataan penolakan,” pungkasnya. (Win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *