LOBAR—Program Desa Berdaya yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai dirasakan hasil nyatanya. Salah satu desa yang sudah merasakannya adalah Desa Mekar Sari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Penerima manfaat merasakan dampak langsung dari berbagai intervensi program prioritas Pemprov NTB tersebut. Kehadiran program ini dirancang untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan di tingkat lokal secara komprehensif.
Langkah ini dilakukan untuk mengakselerasi pembangunan berbasis perdesaan, dengan fokus utama pada penguatan ekonomi masyarakat, pemenuhan infrastruktur dasar, serta pemantapan ketahanan pangan daerah. Sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat setempat menjadi kunci penting agar seluruh bantuan yang disalurkan dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat berkesinambungan.
Salah satu pilar utama dari intervensi Program Desa Berdaya adalah dorongan terhadap sektor ekonomi mikro masyarakat. Melalui skema bantuan ini, warga Desa Mekar Sari mendapatkan dukungan konkret berupa permodalan yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas serta kemandirian ekonomi keluarga.
Kepala Desa Mekar Sari, Faizul Bayani, mengonfirmasi bahwa dampak dari program prioritas Pemprov NTB ini sudah mengalir langsung ke tengah warga. Dalam pelaksanaannya, program ini tidak hanya menyasar aspek perekonomian, tetapi juga berfokus pada keberlanjutan mata pencaharian warga desa secara jangka panjang.
“Alhamdulillah, untuk program desa yang sekarang di Desa Mekar Sari, ini merupakan salah satu program unggulan yang diluncurkan oleh Pak Gubernur. Dampaknya sangat terasa oleh masyarakat kami,” ujar Kepala Desa Mekar Sari, Faizul Bayani.
Ia merincikan bahwa di Desa Mekar Sari, sebanyak 134 Kepala Keluarga (KK) telah menerima suntikan dana bantuan usaha senilai Rp7 juta per KK. Bantuan dana segar ini ditujukan secara khusus untuk memicu kemandirian ekonomi warga penerima manfaat, sehingga mereka memiliki kapasitas yang lebih baik dalam mengelola dan mengembangkan usaha mikro yang sedang dijalankan.
Selain penguatan ekonomi individu melalui permodalan usaha, Desa Mekar Sari juga menerima dukungan anggaran berskala wilayah melalui skema bantuan tematik. Pemprov NTB mengalokasikan bantuan tematik dengan total anggaran mencapai Rp300 juta untuk mendukung sektor strategis di wilayah tersebut.
Pemerintah desa memanfaatkan alokasi bantuan tematik ini secara penuh guna memperkuat sektor ketahanan pangan lokal. Langkah ini dipandang krusial untuk memastikan ketersediaan dan pasokan pangan warga tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi nasional dan dinamika iklim saat ini.
“Ada juga bantuan tematik sebesar Rp300 juta. Anggaran ini kita fokuskan sepenuhnya untuk menopang program ketahanan pangan warga Desa Mekar Sari,” terang Faizul.
Melalui integrasi bantuan modal dan anggaran ketahanan pangan, diharapkan struktur ekonomi Desa Mekar Sari dapat semakin tangguh. Kemampuan desa dalam memproduksi dan mengelola kebutuhan pangannya sendiri dinilai menjadi landasan penting bagi kesejahteraan warga secara berkesinambungan.
Dukungan pembangunan yang disalurkan ke Desa Mekar Sari tidak berhenti pada sektor perekonomian dan pangan semata. Pada tahun anggaran berjalan ini, Pemprov NTB juga mengalokasikan program pembangunan infrastruktur dasar yang menyasar permukiman warga secara langsung. Program intervensi sosial ini mencakup perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) hingga penyediaan sarana sanitasi lingkungan berupa Mandi, Cuci, Kakus (MCK). Pembangunan infrastruktur dasar ini difokuskan untuk meningkatkan kualitas hidup warga serta memastikan lingkungan permukiman desa menjadi lebih sehat dan layak huni.
Atas komitmen dan perhatian tersebut, Pemerintah Desa Mekar Sari menyampaikan apresiasinya terhadap kepemimpinan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal. Sinergi yang terjalin antara pemerintah provinsi dan pemerintah desa terbukti mampu melahirkan program yang responsif terhadap kebutuhan krusial masyarakat bawah.
“Dirasakan sekali oleh masyarakat. Bantuan RTLH, MCK, hingga ketahanan pangan ini benar-benar menyentuh kebutuhan mendasar warga kami,” pungkas Faizul. (win)
