MATARAM – Mewakili Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB, Lalu Wiranata menghadiri Regional Event Budaya Seni Sukarara Begawe Jelo Nyensek 2026 yang secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Lombok Tengah, HM Nursiah di Balai Seni dan Budaya Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Selasa (07/07).
Setelah acara dibuka dilanjutkan pemukulan gong oleh Kadis Perindag NTB sebagai tanda dimulainya rangkaian Sukarara Begawe Jelo Nyensek 2026. Prosesi tersebut disaksikan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi NTB, jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pelaku industri tenun, serta ribuan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Sukarara Begawe Jelo Nyensek 2026 menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus penguatan industri tenun sebagai salah satu produk unggulan Nusa Tenggara Barat. Kemegahan acara ditandai dengan aksi menenun massal yang melibatkan 1.000 penenun Desa Sukarara, menampilkan kekayaan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi identitas masyarakat Sasak.
Sejalan dengan visi NTB Makmur Mendunia, pengembangan industri tenun berbasis budaya menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat perekonomian daerah. Melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan para perajin, tenun Sukarara diharapkan tidak hanya mampu menjaga kelestarian warisan budaya, tetapi juga meningkatkan nilai tambah produk, memperluas akses pasar, membuka peluang kerja, serta memperkuat daya saing produk unggulan NTB di pasar nasional maupun internasional.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lombok Tengah, M Nursiah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Sukarara Begawe Jelo Nyensek 2026 sebagai upaya melestarikan budaya sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. Menurutnya, kain tenun Sukarara merupakan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, seni, dan ekonomi sehingga harus terus dijaga serta dikembangkan.
Ia berharap tenun khas Sukarara semakin dikenal di pasar internasional dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi para perajin. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, lanjutnya, akan terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi NTB dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat ekosistem industri tenun melalui peningkatan kualitas produk, penguatan promosi, dan perluasan akses pemasaran sehingga tenun Sukarara semakin berdaya saing dan mampu mendunia. (jho)