LOBAR—Sebanyak Rp105 juta tabungan siswa kelas 3 SDN 5 Babussalam, Kecamatan Gerung, diduga diselewengkan oknum guru kelas. Para orang tua siswa bahkan beberapa kali datang ke sekolah selama libur untuk memastikan kepastian tabungan itu segera dikembalikan. Sebab, kejadian itu hanya dialami siswa kelas 3 saja.
“Belum dikembalikan. Katanya dipakai untuk tebus sertifikat. Kenapa harus uang sekolah dia pakai?” keluh salah seorang orang tua siswa, Rodi, saat ditemui di sekolah, Selasa (23/6).
Diakuinya sempat ada pertemuan orang tua siswa dengan oknum guru inisial LA. Oknum guru itu tidak mengelak dan mengakui menggunakan uang tabungan itu untuk menebus sertifikat yang diagunkan.
Oknum guru itu meminta kesempatan waktu mengembalikan uang itu sekitar dua minggu. Namun, para orang tua itu ingin uang tabungan anak mereka segera dikembalikan, sehingga hanya memberikan waktu seminggu. Terlebih sebagian orang tua itu ingin menggunakan uang tabungan tersebut untuk membeli perlengkapan sekolah anak dan membayar utang.
“Dia minta dua minggu, tetapi kita ndak mau. Harus seminggu, Jumat ini harus dikembalikan,” ujarnya.
Di tengah siswa kelas lain sudah menikmati hasil tabungannya selama setahun, sekitar 30 siswa kelas 3 itu justru masih mempertanyakan kepastian uang tabungan itu kembali dari oknum guru kelas tersebut.
Tabungan para siswa itu bervariasi besarnya, mulai dari jutaan hingga puluhan juta. Rodi awalnya berniat menggunakan tabungan anaknya sekitar Rp2,5 juta untuk membayar utang. Penghasilannya yang tidak menentu sebagai buruh tani memaksanya untuk mengutang kebutuhan pokok di warung.
“Sudah saya berkomunikasi sama yang tempat kita utang beras. Dapat tabungan anak baru saya bayar beras. Tapi ujung-ujungnya kita dikira bohong sama tempat saya ngutang beras karena belum bayar,” ucapnya.
Hal senada juga diungkapkan Ruminah, orang tua siswa lainnya. Tabungan anaknya yang sebesar Rp4 juta diniatkan untuk membeli kebutuhan sekolah anaknya. Hasil ia bekerja sebagai kuli tani sengaja disisihkan untuk tabungan anaknya.
“Kita susah sekarang, kita minta segera dikembalikan saja,” ujarnya.
Kedua orang tua itu cukup heran, kasus seperti ini baru pertama terjadi di sekolah itu. Bahkan hanya terjadi di kelas anaknya. Pihaknya pun menunggu iktikad baik oknum guru itu untuk mengembalikan pada Jumat (26/6) mendatang. Sebab, jika tak kunjung dikembalikan, pihaknya siap menempuh jalur hukum.
“Kita laporkan kepada polisi kalau belum dikembalikan,” pungkasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lobar, Lalu Najamuddin, yang dikonfirmasi terkait oknum guru yang menyelewengkan dana siswa, belum banyak memberikan keterangan. Sebab, dirinya masih menunggu laporan dari Kepala Bidang (Kabid) SD Dikbud Lobar atas permasalahan itu.
“Saya masih tunggu laporan Kabid SD. Tadi saya perintahkan ke sana,” singkatnya.
Namun, Kabid SD, Eni Murdianti, yang dikonfirmasi awak media justru mengaku belum turun ke sekolah yang dimaksud.
“Saya belum cek lapangan,” singkatnya. (win)
