Lalu Muhamad Iqbal dan Baiq Nelly Yuniarti. (Ist)

MATARAM – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mulai mencairkan bantuan keuangan sebesar Rp128 miliar untuk 257 desa dan kelurahan melalui Program Desa Berdaya tahun 2026.

Dari total 257 desa/kelurahan itu, sebanyak 40 desa dengan kategori miskin ekstrem masuk dalam skema Desa Berdaya Transformatif dan mendapatkan bantuan di atas Rp500 juta.

Sementara 217 desa lainnya dengan kategori miskin menerima bantuan berkisar Rp300 juta hingga Rp500 juta.

Program tersebut difokuskan untuk pengentasan kemiskinan berbasis potensi desa, mulai dari sektor ketahanan pangan, pariwisata, lingkungan hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan sebelum anggaran tersebut ditransfer ke rekening desa, terlebih dahulu para kepala desa diberikan pelatihan untuk memastikan penggunaan anggaran berjalan tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

“Itu lah sebabnya kita melakukan rakor dua hari ini dalam rangka memastikan dua hal. Satu, bahwa pemilihan programnya tepat. Artinya pemilihan programnya itu adalah program yang nanti akan berdampak untuk pembangunan sosial ekonomi di desa-desa tersebut,” ujarnya usai rapat koordinasi Desa Berdaya di Mataram, Senin (25/05).

Menurutnya, seluruh program yang dibiayai melalui Desa Berdaya harus benar-benar mampu mendorong penurunan angka kemiskinan di tingkat desa.

Selain itu, kata Iqbal, pemerintah juga ingin memastikan tata kelola keuangan desa berjalan tertib dan akuntabel.

“Yang kedua, memastikan bahwa dalam pengelolaan keuangannya itu bisa sebaik mungkin. Jadi tertib administrasi sehingga nanti tidak menjadi masalah di kemudian hari,” katanya.

Iqbal menegaskan penggunaan anggaran tidak boleh dilakukan secara sepihak oleh pemerintah desa. Seluruh program wajib dibahas melalui musyawarah desa dengan melibatkan masyarakat dan berbagai unsur di tingkat desa.

“Jadi bahwa itu harus melalui musyawarah desa dengan melibatkan stakeholder yang lain yang ada di desa tersebut. Diajak bicara mengenai kebutuhannya yang memang menjadi kesepakatan bersama,” tegasnya.

Setelah dibahas di tingkat desa, usulan program tersebut akan kembali direview pemerintah provinsi sebelum anggaran dicairkan ke rekening desa.

Menurut Iqbal, pemerintah telah menyiapkan buku pedoman berisi jenis-jenis program yang dapat dipilih desa sesuai kebutuhan dan potensi wilayah masing-masing.

Mulai dari program peternakan ayam petelur, pengembangan desa wisata, ketahanan pangan hingga program pemberdayaan ekonomi lainnya.

“Kita sudah siapin buku pedoman yang isinya menu-menu jenis-jenis program. Mau paket ayam petelur, mau desa wisata itu sudah ada menunya semua,” jelasnya.

Ia memastikan penggunaan anggaran Desa Berdaya akan diawasi secara ketat oleh pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pendamping desa hingga unsur masyarakat.

“Sudah kita susun mekanisme pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangannya. Dan hari ini akan dilatihkan kepada mereka sehingga itulah yang jadi bekal dia,” tuturnya.

Iqbal optimistis para kepala desa mampu mengelola bantuan tersebut dengan baik karena seluruh mekanisme penggunaan anggaran sudah disiapkan secara rinci oleh pemerintah daerah.

“Jadi sudah ada upaya yang serius dari kita untuk memastikan mereka bisa mengelola uang itu dengan baik,” tandasnya. (jho)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *