Zamroni Aziz dan Cahya Samudra. (Ist)

Pelantikan PW ISNU NTB Khidmat ISNU Untuk Pengetahuan Agama dan Bangsa

 

MATARAM – Gaung pelantikan Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Nusa Tenggara Barat periode 2026-2031 kian terasa. Agenda besar organisasi badan otonom NU yang mewadahi para sarjana dan intelektual NU itu akan berlangsung pada 13-14 Mei pekan depan di Mataram. Giat tersebut akan dirangkaikan dengan kegiatan Madrasah Kader ISNU NTB 2026.

Di bawah kepemimpinan H Zamroni Aziz, PW ISNU NTB menargetkan pelantikan dan kegiatan kaderisasi tersebut akan dihadiri sekitar 3.000 peserta unsur pengurus wilayah, pengurus kabupaten/kota di NTB, kader ISNU dan deretan tamu undangan lainnya. Antusias peserta menjadi komitmen kongkrit ISNU NTB berkhidmat untuk Masyarakat, Agama Nusa dan Bangsa.

Ketua Panitia, Cahya Samudra mengatakan, persiapan kegiatan kini telah mencapai 80 persen lebih. Panitia terus mematangkan berbagai kebutuhan teknis maupun koordinasi dengan para pihak yang akan hadir.

“Persiapan pelantikan sudah 80 persen. Pelantikan akan dihadiri langsung pengurus DPP ISNU,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, pelantikan akan semakin istimewa dengan kehadiran Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati. Legislator partai Golkar itu salah satu wakil rakyat yang rajin turun menyambangi dapil, NTB II (Pulau Lombok).

“Insya Allah konfirmasi terakhir beliau akan hadir. Ini tentu menjadi tamu istimewa kita,” terang Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram itu.

Selain itu, kegiatan pelantikan dan Madrasah Kader ISNU NTB mendapat dukungan luas dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, akademisi, tokoh agama, alim ulama hingga berbagai stakeholder lainnya. Sejumlah kepala daerah di NTB juga dikabarkan telah mengonfirmasi kehadiran.

Peserta yang akan hadir terdiri dari unsur pengurus PW ISNU NTB dan pengurus cabang ISNU kabupaten/kota se-NTB.

Panitia saat ini juga terus menggencarkan sosialisasi untuk menggaungkan keberadaan ISNU NTB di bawah komando Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) NTB. Sosialisasi dilakukan melalui media sosial, media massa, baliho hingga berbagai instrumen publikasi lainnya.

Menurut panitia, suksesnya pelantikan ini menjadi wujud komitmen bersama kader ISNU NTB untuk melanjutkan khidmat kepengurusan sebelumnya bagi masyarakat luas.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Meneguhkan Khidmat ISNU untuk Ilmu Pengetahuan, Agama dan Bangsa”.

Sementara itu Ketua Wilayah ISNU NTB, Zamroni Aziz memastikan pelaksanaan pelantikan akan berlangsung penuh khidmat. Bagaimana tidak Ketua Umum ISNU sekaligus Sekjen Kemenag RI Prof Phil H. Kamarudin Amin akan langsung hadir melantik. Tamu undangan terhomat lainnya yang terkonfirmasi hadir yakni Stafsus Menristekdikti, Sekjen Kementerian Tenaga Kerja, Pimpinan Baznas RI. Direktur PAI Kemenag RI, Direktur KSKK Madrasah Kemenag Pusat. Termasuk dari unsur legislator Wakil ketua komisi VIII DPR RI dipastikan hadir dan beberapa anggota senator DPD RI.

Zamroni menegaskan komitmennya untuk membesarkan ISNU NTB sebagai organisasi yang siap berkontribusi dan mengabdi bagi masyarakat, agama, dan bangsa.

Menurut Zamroni, ISNU merupakan wadah yang menghimpun kalangan intelektual, akademisi, dan profesional Nahdliyin dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengembangkan ilmu pengetahuan, serta memberdayakan ekonomi umat.

Ia menekankan, ISNU harus dijalankan secara kolektif, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Karena itu, keberadaan ISNU NTB ke depan diharapkan menjadi ruang konsolidasi intelektual NU lintas disiplin keilmuan.

“ISNU NTB ke depan akan menjadi wadah konsolidasi intelektual NU lintas disiplin keilmuan,” ujarnya.

Zamroni mengatakan, beragam latar belakang disiplin ilmu kader ISNU menjadi kekuatan besar dalam memetakan potensi, kompetensi, serta kontribusi para sarjana NU di berbagai sektor strategis. Mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, teknologi, hukum hingga kebijakan publik, baik yang berada di lingkungan perguruan tinggi, birokrasi, praktisi, pengusaha maupun politisi.

Menurutnya, potensi besar para sarjana Nahdliyin harus dihimpun dan diarahkan agar mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

“ISNU harus hadir sebagai rumah besar intelektual NU, tempat bertemunya gagasan, riset, dan pengabdian. Kita ingin memastikan bahwa keilmuan para sarjana NU benar-benar berdampak bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” tegasnya.

“Insya Allah selesai pelantikan, masyarakat menanti kiprah kepengurusan ISNU yang baru,” pungkasnya.

Momentum pelantikan itu menjadi wadah konsolidasi awal serta wujud sinergi ISNU dengan seluruh pihak dalam rangka membangun daerah. (jho)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *