IMG 20260506 WA0063

LOBAR– Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) melepas kontingen atlet terbaiknya berlaga di ajang bergengsi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PB FORKI tahun 2026, Selasa (5/5) sore. Ketua Umum FORKI Lobar, H. Kamaruddin, memimpin langsung prosesi pelepasan di basecamp Pelatda FORKI Lobar berlokasi di Dusun Peresak Selatan, Desa Peresak, Kecamatan Narmada.

Kehadiran para pengurus dan pelatih dalam acara tersebut menegaskan dukungan penuh terhadap para atlet yang akan membawa nama baik Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Soreang, Bandung, Jawa Barat.

Ketua Forki Lobar, H Kamaruddin menekankan Kejurnas di Bandung bukan sekadar kompetisi rutin tahunan, melainkan jembatan penting bagi karier atlet menuju kancah internasional. Bahkan Kamaruddin memberikan motivasi para atlet tidak merasa gentar menghadapi setiap lawan dari berbagai provinsi di Indonesia yang memiliki tradisi karate yang kuat.

“Kejuaraan ini bukan hanya soal meraih medali, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk bergabung dengan tim nasional. Saya berharap seluruh atlet yang berangkat mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dan menjaga semangat juang selama pertandingan,” ujar H. Kamaruddin.

Mentalitas juara harus dibentuk sejak masa persiapan hingga detik-detik terakhir di arena pertandingan. Disiplin dan konsistensi latihan yang telah dijalani selama di Pelatda diharapkan mampu ditransformasikan menjadi performa yang solid saat berhadapan dengan karateka-karateka tangguh lainnya di atas matras nanti. Pengurus FORKI Lobar juga memberikan perhatian khusus bagi para atlet pelapis yang belum berkesempatan mengikuti Kejurnas tahun ini. Sistem pembinaan yang diterapkan di Kabupaten Lombok Barat bersifat inklusif dan berkelanjutan, tidak hanya terpaku pada satu agenda kompetisi saja.

Ketua Umum mengingatkan bahwa kalender olahraga ke depan masih sangat padat, termasuk ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026. Ajang tersebut akan menjadi pintu seleksi utama menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan datang. Oleh karena itu, kegagalan berangkat dalam satu kesempatan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan momentum penting untuk evaluasi diri dan peningkatan kualitas teknis.

“Kepada atlet yang belum terpilih, jangan berkecil hati. Tetap disiplin dalam latihan dan terus tingkatkan kemampuan. Masih banyak kesempatan ke depan, termasuk ajang Porprov NTB 2026 yang juga menjadi jalur seleksi menuju PON 2028,” tegas H. Kamaruddin dengan nada memberikan semangat.

Menjelang keberangkatan ke Bandung, aspek kesehatan dan manajemen pemulihan menjadi prioritas utama yang ditekankan oleh manajemen FORKI Lombok Barat. Kondisi fisik yang prima merupakan modal dasar bagi seorang karateka untuk dapat mengaplikasikan teknik dan strategi yang telah diajarkan oleh pelatih selama masa persiapan intensif di Narmada.

H. Kamaruddin menekankan bahwa di tengah cuaca dan tekanan kompetisi yang tinggi, kedisiplinan menjaga pola makan dan istirahat akan sangat menentukan hasil akhir.

“Kesehatan adalah hal utama yang harus dijaga. Kita masih memiliki banyak agenda penting ke depan, sehingga kesiapan fisik dan mental atlet harus benar-benar diperhatikan,” ungkapnya lebih lanjut. (win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *